Minggu, 29 April 2012

Proposal.pengaruh harga BBM Premium terhadap harga produk di alfamart bangkalan



BAB I
A.LATAR BELAKANG
Terpengaruhnya harga produk di Indomart ketika kenaikan harga BBM premium semakin mahal, semua harga kebutuhan sehari – hari akan naik dan sangat mempengaruhi kebutuhan masyarakat apalagi bagi orang  yang tidak mampu untuk belanja di indomaret,
Masyarakat sangat tertekan dengan naiknya premium, semua harga kebutuhan pokok akan tambah naik, pemerintah hanya mementingkan kekayaan saja tidak pernah memikirkan masyarakat  yang  miskin, pemerintah boleh menaik kan harga produk di Negara Indonesia akan tetapi masyarakat yang miskin di berikan lapangan pekerjaan yang bias menghasilkan dan memberinafkah pada keluarganya.
Sekarang yang kaya semakin kaya dan bias membeli apa yang diabutuh kan, sedangkan orang yang miskin buat makan saja susah, apalagi untuk berbuat belanja di tempat yang sangat modernt seperti indomaret semakin tidak mungkin, pemerintah hanya menyusahkan rakyat nya saja apalagi transportasi semakin tambah mahal, apakah seorang pemerintah bias menjamin kemakmuran rakyat miskin di Indonesia ketika harga BBM di naikkan, pemerintah bukan memikirkan masala hutang Negara saja, akan tetapi transportasi di perbaki juga supaya biasa terjaga keselamatan bagi penumpangnya.




B. RumusanMasalah
Bagaimana Pengaruh kenaikan BBM Premium Terhadap Harga Produk di  Indomaret Bangkalan
C. TujuanPenelitian
Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini, adalah :Untu mengetahui Pengaruh kenaikan BBM Premium Terhadap Harga Produk di Indomaret Bangkalan
D. Manfaat Penelitian
1. Secara Teoritis
            Sebagai sarana untuk mengembangkan teori manajen khususnya perencanaan pemasaran, serta mengembangkan secara terperinci proses perencanan pemasaran Produk dengan  kenaikan harga BBM.
2. Secara Praktis
Dengan adanya penelitian ini, peneliti harap bahwa karya ini nantinya dapat  menjadi bahan pertimbangan bagi SPBU Peremium yang brergerak dalam dunia SPBU untuk melakukan pemasaran yang ada di Inonesia
 E,. KerangkaTeoritik
            Ketika harga BBM Premium di naikkan  maka minat belanja di Indomart semakin berkurang, maka terjadi inflasi harga mengatasi pemasukan Manajer harus memberikan harga discount untuk menarik minat belanja masyarakat, manajer harus memberikan harga discount pada produk tertentu supaya masyarakat tertarik pada harga yang sudah di berikan oleh perusahaan.[1]

Menurut Kolter , ‘‘  A brand is name, term,design, symbol or design or a combination of them, intended to identify the goods or services of one seller our group of sellers and to diffenrentiante them from those of competitor.” Maksudnya, merek adalah nama, istilah, tanda, simbol atau desain, atau kombinasi dari semuanya itu yang di maksud untuk mengedentifikasi barang dan jasa dari seseorang atau sekelompok penjual untuk menbedakannya dan jasa dari produk atau barang pesaing. Setiap produk yang di jual di pasar memilik merek, dimana mereka tersebut sebagai pembeda antara satu produk dengan produk yang lain.
Mereka mengedentifikasikan penjual atau produsen. Mereka sebenarnya merupakan janji penjual untuk secara konisten memberikan tampilan, manfaat dan jasa tertentu pada pelanggan. Mereka-mereka terbaik memberikan jaminan atas kualitas.[2]
Menurut Maulana, ‘‘ Mereka menjadi salah satu yang penting dalam strategi pemasaran. Itulah sebabnya mereka harus di pilih secara hati-hati, karena mereka yang tepat  dapat  menambah peluang sukses produk.[3]
Mereka menjadi sangat penting saat ini, karena beberapa faktor sebagaimana yang di jelaskan oleh Durianto et al, antara lain.[4]
1.      Emosi konsumen terkadang naik turun. Mereka mampu membuat janji emosi menjadi konsisten dan stabil
2.      Mereka mampu menembus pagar budaya dan pasar, Mereka kuat mampu diterima di seluruh dunia dan budaya
3.      Mereka mampu menciptakan komunikasi interaksi dengan pelanggan, semakin kuat suatu merek, semakin kuat pula interaksi dengan pelanggan dan makin banyak kualitas merek yang mereka berikan,
4.      Merek sangatlah berpengaruh dalam membentuk perilaku pelanggan. Mereka yang kuat akan sanggup merubah perilaku pelanggan


F. PenelitianTerdahulu

G  Konseftualisasi dan Operasionalis
            Sebelum merumuskan pengertian strategi pemasaran, maka peneliti terlebih dahulu akan mendefinisikan pengertian strategi dan pemasaran. Strategi di artikan oleh para manajer sebaagai rencana yang berskala besar dan berorientasi kepada masa depan untuk berinteraksi dengan lingkungan persainagan guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan. Jadi srtategi adalah “ rencana main ’’ suatu perusahaan,  satu perusahaan, strategi mncerminkan kesadaran perusahaan mengenal bagaimana, kapan, dan di mana ia harus bersaing, melawan siapa, dan untuk maksud ( purpose ) apa.[5]
Strategi juga bisa di artikan sebagai pola tujuan, kebijakan, program, tindakan, keputusan, alokasi sumber daya, dan tindakan organisasi. Oleh karena itu, strategi merupakan perluasan misi guna menjembatani organisasi ( komunitas ) dan lingkungan strategi juga bsa di katakan sebagai garis besar tindaakan untuk mencapai sasaran bisnis.[6]
Sedangkan pemasaran adalah suatu proses sosial  dan manajerial, dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain.[7]
Jadi strategi pemasaran adalah upaya yang dilakukan  oleh perusahaan



( organisai ) untuk memasarkan produk yang di haslkan kepada masyarakat, dengan harapan bahwa masyarakat mempunyai ketertarikan  terhaadaap barang ( produk ) yang di tawarkan  oleh perusahaan yang bersangkutan.







[1] . philip kolter, Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Countrol,  ( Jakarta: PT. Prenhallikdo ) hal . 48

[2] . Maulana, 1999, hal. 6
[3] . Maulana, 1999, hal. 5
[4] . Durianto, dkk, Strategi Menaklukkan Pasar Melalui risert Ekuitas dan Perilaku Merek, ( Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2001 ) hal. 2


[5] . John A. Pearce II & Richarp B. Robinson, Manajemen Strategik Formulasi, Implementasi. dan Pengendalian (Jakarta Binarupa Aksara, 1997) ,hal. 20
 Inginkan dengan cara
[6] . Phailip Kotler . Manajem en Pemasaran ( Jakarta : Salemba Empat, 1994 ), hal. 124
[7] . Philip kotler& Gary Armstrong. Dasar-dasar Manajemen pemasaran ( Jakarta : Intermedia, 1995 ). Hal >



Tugas matakuliah Organisasi dan Perkantoran


A.ORGANISAI DAN PERKANTORAN
Dalam organisasi perekantoran sangat kita butuhkan dalam sehari-hari ketika kita tidak menggunaan organisasi dalam perkantoran sangat  sulit untuk saling berhubungan di antara atasan dengan bawahannya,
Sebagian ada yang berpendapat menurrut Allen bahwa organisasi adalah suatu proses identifikasi dan pembetuklan serta pengelompokan kerja, mendefinsikan dan mendelegasikan wewenag maupun  tanggung jawab dan menetapkan hubungan-hubungan untuk memungkinkan orang-orang bekerja sama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan.
      1. Pengertian Kantor
Seperti yang disebutkan di muka bahwa kantor adalah bagian dari organisasi yang menjadi pusat kegiatan administrasi dan tempat pengendalian kegiatan informasi, lebih lanjut lagi dapat disebutkan bahwa kantor adalah pusat pengolaan data dan keterangan serta tempat konsentrasi pimpinan dan para staf personil (pegawai) melakukan aktivitas manajemen.
Apabila memperhatikan definisi-definisi di atas pengertian kantor ditinjau dari dua segi, yaitu:
- Dari segi fisik : Kantor dilihat dari bentuk luar atau gedung yang bersifat statis, yaitu suatu tempat penyelenggaraan kegiatankegiatan manajemen. Misalnya, pemeliharaan warkat (records
keeping) dan pengurus informasi (information handling).
- Dari segi aktivitas : Kantor dilihat dari kegiatannya yang bersifat dinamis, yakin adanya pembagian pekerjaan diantara mereka yang bekerja sama unutk mencapai tujuan tersebut.

2. Ciri-ciri Kantor
                    a) Alat penyambung panca indera dan ingatan pimpinan
                    b) Membantu pimpinan merumuskan pekerjaan, penyederhanaan
sistem management, motede kerja, mencapai efisiensi dalam
pekerjaan tata usaha.
      3. Unsur-unsur Kantor
                   a) Gedung, terdiri dari bangunan, ruangan dan perlengkapan
                     gedung
                   b) Equipment, terdiri dari mesin-mesin kantor dan perabot-perabot
                     kantor.
                  c) Personil, yaitu semua orang yang terkait dalam organisasi

agar mereka memiliki jiwa kesatuan dan jiwa
setia kawan yang tinggi. Dengan rasa kesetiakawanan yang tinggi
inilah, lahir suatu tata hubungan yang harmonis diantara sesama
anggota, memiliki semangat persatuan-persatuan, senasip
sepenaggungan dalam upaya mencapai tujuan organisasi yang telah
ditetapkan bersama.
       4 .  Manajemen Perkantoran
       5. Pengertian Manajemen Perkantoran
Manajemen perkantoran adalah suatu kegiatan pengelolaan data dan informasi yang dilakukan secara teratus, sistematik dan terus menerus, mengikuti kegiatan organisasi dengan tujuan mencapai keberhasilan tugas organisasi yang bersangkutan. Pekerjaan kantor atau tata usaha, sering disebut dengan istilah office
work atau clericalwork. Yang harus diadakan penataan agar pekerjaan tersebut berjalan dengan baik. Penataan atau pengelolaan 14 Prinsip Manajemen

Ø Ada pembagian kerja yang jelas
Ø Wewenang dan tanggung jawab seimbang
Ø Bekerja secara disiplin
Ø Ada kesatuan perintah
Ø Ada kesatuan pengarahan
Ø Mendahulukan kepentingan umum
Ø Ada pengupahan yang menarik
Ø Ada pemusatan koordinasi
Ø Ada jenjang bertingkat atasan-bawahan
Ø Bekerja tertib
Ø Ada keadilan
Ø Perlu stabilitas kondisi pegawai
Ø Pimpinan punya prakarsa
Ø Ada semangat kesatuan
terhadap pekerjaan kantor itu disebut manajemen perkantoran. (Office Management). Manajemen perkantoran dapat dikatakan sebagai kekuatan yang tidak terlihat (tidak terwujud) yang merencanakan, mengorganisasi dan mengkoorganisasikan manusia, uang, metode, material, mesin-mesin, dan pasar (GM) dalam pekerjaan kantor serta mengarahkan dan megawasinya sesuai dengan tujuan pembinaan, serta tujuan organisasi tercapai.
      6. Ruang Lingkup Manajemen Perkantoran
                     1) Aktivitas Kantor
Aktivitas manajemen kantor sangat luas dan antara berbagai bentuk badan usaha tidak sama. Hal ini dipengaruhi oleh luasnya tujuan dari masing-masing badan usaha. Semakin luas tujuan yang akan dicapai, semakin luas pula aktivitas manajemen perkantorannya, disamping dipengaruhi oleh faktor luasnya tujuan yang hendak dicapai. Aktivitas manajemen kantor juga dipengaruhi oleh belu adanya suatu keseragaman dan kesepakatan antara para ahli, tentang aktivitas apa saja yang harus menjadi funngsi seorang manajer kantor.
Aktivitas pekerjaan kantor pada umumnya terdiri dari aktivitaskativitas
yang berhubungan dengan.
a. Perencanaan perkantoran (Office Planning)
b. Pengorganisasian perkantoran (Office Organizing)
c. Pengawasan perkantoran (Office Controling)
  a) Perencanaan Perkantoran (Office Planning), meliputi perencanaan tentang :
           1. Perencanaan gedung, yang meliputi : letak gedung dan bentuk
gedung
           2. Tata suara
           3. Tata warna
4. Tata ruang kantor
5. Ventilasi
6. Penerangan / cahaya
7. Metode-metode dan standarisasi pekerjaan kantor
8. Perlengkapan perabotan kantor dan peralatan kantor
9. Anggaran (Budgeting) perkantoran
b) Pengorganisasian Perkantoran (Office Organizing)
Pengorganisasian menghubungkan berbagai macam fungsi
suatu organisasi serta orang atau pelaksana yang melaksanakan
fungsi-fungsi organisasi tsb.
c) Pengawasan Perkantoran.
Objek pengawasan dalam bidang manajemen perkantoran
meliputi:
a. Kualitas pekerjaan kantor
b. Waktu pekerjaan kantor
c. Metode-metode dan standarisasi pekerjaan kantor.
d. Biaya perkantoran
e. Alat perlengkapan dan perabotan kantor
f. Pelayanan kantor
g. Pengawasan dokumentasi.
7. Sarana / Fasilitas Kerja Perkantoran
Sebagaimana telah diuraikan dimuka, bahwa kantor adalah keseluruhan ruang dalam suatu bangunan, di mana dilaksanakan tata usaha atau dilakukan aktivitas-aktivitas manajemen maupun barbagai tugas dinas lainnya.
Berdasarkan pengertian di atas, apabila dikembangkan menjadi perkantoran berarti yang dimaksud disini adalah “kantor beserta semua sarana yang saling terkait didalamnya”, yaitu:
2) Lokasi
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan menentukan lokasi kantor,
antara lain:
1. Faktor lingkungan tetangga.
2. Faktor dekat.
3. Faktor harga.
4. Faktor dekat labour market.
5. Faktor jalan keluar masuk pegawai.
6. Faktor keamanan.
3) Gedung
1. Dapat memberikan fasilitas.
2. Menjamin kesehatan
3. Berkesan yang baik.
4. Fleksibel.
5. Keseimbangan biaya keuntungan.
4) Peralatan
Digolongkan dalam dua kelompok, yaitu:
1. Perabotan kantor (office furniture), seperti meja, kursi, rak, lacilaci,
dsb yang terbuat dari kayu, besi ataupun bahan lainnya, yang mempunyai peranan penting dalam setiap kantor, khusus untuk menampung pekerjaan kantor yang bersifat administrative.
2. Bekal kantor (office supplies), seperti kertas, pena, tinta, pita
mesin tik, penghapus dan peralatan habis pakau lainnya.
5) Interior
Interior adalah perangkat kantor yang menunjang pelaksanaan kerja
dalam ruang kantor adalah: ventilasi, plafon, jendela, penerangan,
dan hiasan kantor.
6) Mesin-mesin Kantor
Perencanaan kegiatan kantor harus pula dirumuskan, mesin-mesin kantor yang akan dipergunakan dan tergantung pada prosedur kerja, metode kerja dan kebutuhan kantor.
8. Tujuan Manejemen Perkantoran
Dalam proses manajemen, sasaran yang dituju adalah tercapainya tujuan secara efisien. Yang dimaksud efisien disini adalah memenuhi persyaratan baik ditinjau dari segi ekonomis, teknis, dan pisikologis.
􀂙 Ekonomis. Bukan berarti murah dari segi biaya, tetapi pantas dan sesuai. Misalnya kita pergi memancing ikan dengan tujuan mendapatkan ikan kakap. Agar biaya murah kita gunakan cacing untuk umpan (bahkan tanpa biaya). Hal hasil tujuan mendapatkan ikan kakap tidak pernah tercapai, bahkan kita sudah rugi waktu dan tenaga.
􀂙 Teknis. Dalam arti berdaya guna atau bermanfaat.
􀂙 Pisikologis. Dalam arti terdapat kepuasan.
Tujuan dapat dicapai, tetapi apabila dalam mencapai tujuan itu tidak sesuai denga perncanaan. Dan dalam proses kegiatannya menimbulkan pemborosan-pemborosan, maka hal tersebut perlu dihindari untuk mencetak hal-hal seperti di atas, maka sumbersumber daya (resources) yang akan dimanfatkan. Dalam proses mencapai tujuan itu hendaknya dikelola dengan menerapkan fungsifungsi manajemen. Sumber-sumber daya dimaksud terdiri dari manusia, uang, mesin-mesin, material, metode, dan pasar. Berdasarkan kajian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa.
Tujuan manajemen perkantoran antara lain:
1. Berikan semua keterangan yang lengkap bagi yang memerlukan,
guna pelaksanaan. Tugas organisasi secara efisien.
2. Memberikan catatan dan laporan, yang bermanfaat dan biaya
yang sesuai .
3. Membantu organisasi / perusahaan, memelihara serta memenuhi
kebutuhannya.
4. Memberikan pekerjaan tata usaha yang cermat dan memberi
pelayanan secara efektif kepada para langganan atau mitra kerja.
5. Membuat catatan secara lengkap, relevan, up to date (tidak
terlambat), akurat, dan dapat dipertanggung jawabkan.
9. Fungsi Manajemen Perkantoran
Kantor sebagai pusat konsentrasi dalam melaksanakan aktivitas
organisasi, didalamnya terhadap manusia, uang, material, metode, dan pasar sebagai sumber daya yang akan dikelola. Sumber daya tersebut diperuntuhkan bagi pelaksanaan pengumpulan, pengelolaan, penyimpanaan, dan penyaluran informasi agar hasil pekerjaan kantor tersebut dapat tercapai tujuan, yaitu tersedianya informasi yang siap pakai, maka hendaklah diterapkan. Fungsi-fungsi manajemen
terhadap sumber daya tersebut.
Manajemen kantor berarti suatu pengelolaan data dan informasi tertulis yang dilakukan secra teratur, sistematis dan terus menerus mengikuti kegiatan organisasi, dengan tujuan untuk membantuk keberhasilan organisasi yang bersangkutan. Dengan demikian fungsi manajemen kantor sama dengan fungsi manajemen pada umumnya,
Di mana pengelolaannya terfokus pada lingkup pekerjaan kantor.
10. Fungsi Manajemen Yang Diterapkan Pada Kantor
1. Perencanaan
Kegiatan pertama dari pimpinan organisasi / kantor adalah menyusun perencanaan. Yaitu keseluruhan proses pemikiran dan penentuan cara yang matang dari kegitan-kegiatan yang akan dikerjakan dimasa yang akan datang, dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang dimaksud, perlu ditentukan cara mana yang harus ditempuh dengan mempertimbangkan resiko yang mungkin terjadi.
Perencanaan terhadap sumber daya manajemen perkantoran perlu benar-benar dirumuskan agar sesuai dengan kebutuhan. Berapa jumlah pegawai yang dibutuhkan dan keahlia yang diharapkan, demikian pula terhadap pengadaan dan pemeliharaan peralatan, tata ruang kantor biaya dan sarana penunjang lainnya, agar tercipta tata hubungan yang efisien.
2. Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah keseluruhan proses pengelompokan orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk menciptakan organisasi yang dapat digerakan sebagai suatu kesatuan dan kekuatan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Pengorganisasian merupakan salah satu dari berbagai tugas pimpinan, sebagai langkah yang harus dilakukan dalam proses manajemen perkantoran .
3. Penggerakan
Penggerakan adalah keseluruhan proses memberikan motif bekerja kepada para pegawai agar mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi. Rencana yang telah dirumuskan harus dilaksanakan oleh orang-orang (para pegawai) yang terkait dalam suatu kerja sama. Untuk maksud tersebut, para pegawai perlu dirangsang untuk bekerja menurut petunjuk / system yang telah digariskan sehingga memerlukan penggerakkan. Dalam rangka penggerakkan tersebut, maka kegiatan yang perlu dilakukan oleh pimpinan, antara lain:
a. Mendorong atau memberi semangat kerja
b. Memberi pengarahan dan bimbinga kepada seluruh pegawai.
c. Bertindak sebagai motivator, insfirator dan fasilitator bagi setiap
                  pelaksanaan tugas organisasi.
4. Pengawasan
Pengawasan yaitu proses pengamatan dari pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi guna menjamin agar pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai rencana yang telah ditentukan objek pengawasan dalam bidang manajemen perkantoran meliputi:
a) Kualitas pekerjaan kantor
b) Waktu pekerjaan kantor
c) Meode-metode dan standardisasi pekerjaan kantor
d) Biaya perkantoran
e) Alat peralatan dan perabotan kantor
f) Pelayanan kantor
g) Dokumentasi.



B.    PRINSIP ORGANISASI
Prinsip organisasi sangat penting dalam hal suatu perusahaan organisasi,  prinsip ini akan menghasilakn keefisienan dalam penggunaan sumber daya  perusahaan, khususnya dalam sumber daya Manusia dan keuangan. Menurut Rpbbpns (2003). Gitlow (2001), dan Cortada (2001), ada 6 prinsip yang harus diperhatikan dalam mendesain struktur organisasi
1.     Spesialisasi pekerjaan
Spesialisasi menjadi terkenal setelah pada awal abad 20 Henry Ford berhasil mengimplentasikan spesialisasi pada assembly line ford model T dan menjadi best seller, sejak saat itu, spesialisasi menjadi standar bagi dunia industry di seluruh dunia, terutama pekerjaan yang mempunyai skill rendah. Namun disisi loain hal ini juga akan meningkatkan rasa bosan, setres, kualitas pekerjaan rendah, meningkatkan tingkat mangkir dalam kerja.
2.     Departementalisasi
Unsur ini merupakan nampak dari spesialisasi pekerjaan, dengan mengelompokkan pekerjaan yang serupa dalam suatu depertemen contoh nya fungsi administrasi yang berhubungan dengan keuangan dapat di kelompokkan dari beberapa devinisi keuangan anapin semua pekerjaa yang berkaitan dengan penjualan yang di gabungkan dipartemen pemasaran. Kategori dalam departementalisasi adalah kategori wilayah atau geograpi perusahaan yang mempunyai target market regional,maupun Internasional.
3.     Rantai Komando
          Unsur komando ini menjelaskan kepada siapa hasil aktifitas dijelaskan, atau kepada siapa yang akan bertanggung jawab, dan kepada siapa yang iya harus berkonsultasi jika mendapat masalah dalam pekerjaan, ada dua unsur penting dalam rantai komando, yaitu otoritas dan kesatuan pemerintah Menurut Robbins (2003), otoritas merupkan hak yang melekat pada posisi Manajerial yang memberikan tugas tersebut dapat dipatuhi dan dijalanai.
          Dengan berkembangnya tegnologi prinsip rantai komando dengan kesatuan pemerintahnya menjadi kurang relevan, dan staf menggunakan Email untuk berkomonikasi dengan CEO maupun dengan direkturnya tanpa melalui supervisornya, di sisi lain ada tuntutan agar staf lebih mandiri dalam mengambil keputusan, 
4.     Rentang Pegawasan
           Untuk mendiskrifsikan  berapa banyak jumlah bawahan yang dapat di kelola secara efesien dan efektif oleh seorang manajer, ada dua isu strategi yang berkaitan dengan unsur ini, apakah menggunakan rentang pengawasan yang besar ( dalam struktur organisasi vertical)  atau lebih lebar (dalam struktur organisasi horizontal) ada yang mengatakan bahwa dengan menggunakan rentang pengawasan  yang besar akan menjadikan manajer dapat menguasai bawahannya leboh dekat.

5.     Sentralisasi dan Desentralisasi
                                Unsur ini berkaitan dengan peran siapa yang akan mengambil keputusan                             dalam organisasi keputusan yang dilakukan oleh pemimpin atau kantor pusat, organisasi yang menggunakan sentralisasi  dan desentralisasi.
                            Desentralisasi merupakan pengalihan tanggung jawab dan wewenang dalam pengambilan keputusan dari kantor pusat kepada orang yang beralokasi dekat dengan situasi yang sangat membutuhkan,
6.     Formolisasi
Games-Meiji dkk ( 2003 ) mendifinisikan pekerjaan dalam tugas tanggung bjawab, kondisi, dan spesifikasi sebuah pekerjaan, jika pekerjaan yang ada sudah diformilasikan, akan diketahui sebuah pejerjaan apa yang kita harus kerjakan, dan apa yang kita harus selesaikan, dan bagaimaa cara menyelesaikannya.
Organisasi mengedepankan inovasi dan kreatifitas standart ukurannya, biasamya memformolasikan pekerjaan terutama untuk karyawan.

C.   STRUKTUR ORGANISASI
          Suatu system kerja sama berjalan dengan baik, maka membutuhkan pembagian tugas, atau tanggung jawab, pada setiap orang di dalamnya, pembagian kerja dan penentuan tanggung jawab. Wewenang menciptakan organisasi. Struktur  organisasi adalah bsususnan dan hubungan antar komponen dalam suatu organisasi.
          Struktur organisasi merinci pembagian aktivitas kerja satu sama lain, struktur organisasi juga menunjukkan tingkat spesialisasi aktivitas kerja serta hierarki organisasi, struktur organisasi di tentukan dengan memperhatikan beberapa hal yang penting spesialisasi  berbeda dengan jenis pekerjaan, berbeda pula dengan tanggung jawabnya.
Struktur Modern dan organisasi formal dalam perusahaan,
1.     Departementasi (fungsional, produk, wilaya)
          Struktur organisasi berdasarkan departementasi dapat di abgi tiga bagian, dalam bagian yang ketiga ini banyak digunakan dalam dunia perusahaan bisnis.
a.     Organisasi Lini
Organisasi lini ( garis lurus) merupakan organisasi yang sederhana.ciri utama organisasi adalah jabatan yang tercantum didalam organisasi terletak pada suatu garis vertical
b.     Organisasi Lini dan staf
Lini dan staf merupakan perkembangan dari organisasi dimana orang-orang operasional dan bersifat teknis dalam tugasnya.
   C.  Departementasi Produk
            Mengingat makin berkembangnya suatu perusahaan beberapa produk, yang sama maupun produk yang berbeda sekali, maka suatu perusahaan memerlukan penyesuaian terhadap strktur organisasi.