Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan
kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang
lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga
sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan
dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan
indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Pertumbuhan
ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan, misalnya untuk
ukuran nasional, Gross
National Product (GNP), tahun yang sedang berjalan dengan tahun sebelumnya.
Pendapatan negara dapat dihitung
dengan tiga pendekatan, yaitu:
ñ Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh
pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi
dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor
produksi yang diberikan kepada perusahaan.
ñ Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh
produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif,
jasa, dan niaga
selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini
adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau
barang setengah jadi).
ñ Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh
pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara
selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan
dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi
negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption),
pemerintah (Government), pengeluaran
investasi (Investment), dan selisih
antara nilai ekspor dikurangi impor (
)
Rumus menghitung pertumbuhan
ekonomi adalah sebagai berikut :
g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
KET :
g = tingkat pertumbuhan ekonomi
PDBs = PDB riil tahun sekarang
PDBk = PDB riil tahun kemarin
Contoh :
PDB Indonesia tahun 2008 = Rp.
467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka
berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga
tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
jawab :
g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori dibangun
berdasarkan pengalaman empiris, sehingga teori dapat dijadikan sebagai dasar
untuk memprediksi dan membuat suatu kebijakan. Terdapat beberapa teori yang
mengungkapkan tentang konsep pertumbuhan ekonomi, secara umum teori tersebut
sebagai berikut:
Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis
Teori ini dikemukakan oleh
beberapa ahli sebagai berikut:
Menurut Werner Sombart
pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi tiga tingkatan:
1. Masa perekonomian tertutup
Pada masa ini,
semua kegiatan manusia hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.
Individu atau masyarakat bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen sehingga
tidak terjadi pertukaran barang atau jasa. Masa pererokoniam ini memiliki
ciri-ciri:
a)
Kegiatan manusia untuk
memenuhi kebutuhan sendiri
b)
Setiap individu sebagai
produsen sekaligus sebagai konsumen
c)
Belum ada pertukaran barang
dan jasa
2. Masa kerajinan
dan pertukangan
Pada masa ini,
kebutuhan manusia semakin meningkat, baik secara kuantitatif maupun secara
kualitatif akibat perkembangan peradaban. Peningkatan kebutuhan tersebut tidak
dapat dipenuhi sendiri sehingga diperlukan pembagian kerja yang sesuai dengan
keahlian masing-masing. Pembagian kerja ini menimbulkan pertukaran barang dan
jasa. Pertukaran barang dan jasa pada masa ini belum didasari oleh tujuan untuk
mencari keuntungan, namun semata-mata untuk saling memenuhi kebutuhan. Masa
kerajinan dan pertukangan memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
a)
Meningkatnya kebutuhan
manusia
b)
Adanya pembagian tugas
sesuai dengan keahlian
c)
Timbulnya pertukaran barang
dan jasa
d)
Pertukaran belum didasari
profit motive
3. Masa kapitalis
Pada masa ini
muncul kaum pemilik modal (kapitalis). Dalam menjalankan usahanya kaum
kapitalis memerlukan para pekerja (kaum buruh). Produksi yang dilakukan oleh
kaum kapitalis tidak lagi hanya sekedar memenuhi kebutuhanya, tetapi sudah bertujuan
mencari laba. Werner Sombart membagi masa kapitalis menjadi empat masa sebagai
berikut:
ñ Tingkat prakapitalis
Masa ini memiliki beberapa ciri,
yaitu:
1.
Kehidupan masyarakat masih
statis
2.
Bersifat kekeluargaan
3.
Bertumpu pada sektor
pertanian
4.
Bekerja untuk memenuhi
kebutuhan sendiri
5.
Hidup secara berkelompok
ñ Tingkat kapitalis
Masa ini memiliki beberapa ciri,
yaitu:
1.
Kehidupan masyarakat sudah
dinamis
2.
Bersifat individual
3.
Adanya pembagian pekerjaan
4.
Terjadi pertukaran untuk
mencari keuntungan
ñ Tingkat kapitalisme raya
Masa ini memiliki beberapa ciri,
yaitu:
1.
Usahanya semata-mata
mencari keuntungan
2.
Munculnya kaum kapitalis
yang memiliki alat produksi
3.
Produksi dilakukan secara
masal dengan alat modern
4.
Perdagangan mengarah kepada
ke persaingan monopoli
5.
Dalam masyarakat terdapat
dua kelompok yaitu majikan dan buruh
ñ Tingkat kapitalisme akhir
Masa ini memiliki beberapa ciri,
yaitu :
1.
Munculnya aliran sosialisme
2.
Adanya campur tangan
pemerintah dalam ekonomi
3.
Mengutamakan kepentingan
bersama
Menurut Friendrich List,
pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi empat tahap sebagai
berikut:
1.
Masa berburu dan
pengembaraan
2.
Masa beternak dan bertani
3.
Masa bertani dan kerajinan
4.
Masa kerajinan, industri,
perdagangan
Menurut Karl Bucher, pertumbuhan
ekonomi suatu bangsa dapat dibedakan menjadi empat tingkatan sebagai berikut:
1.
Masa rumah tangga tertutup
2.
Rumah tangga kota
3.
Rumah tangga bangsa
4.
Rumah tangga dunia
Teori Klasik dan Non Klasik Pertumbuhan Ekonomi
ñ Teori Klasik
Teori Adam
Smith beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada adanya
pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka akan terdapat
pertambahan output atau hasil. Teori Adam Smith ini tertuang dalam bukunya yang
berjudul An Inquiry Into the Nature and
Causes of the Wealth of Nations.
Ricardo
berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar sampai menjadi
dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah.
Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan upah menjadi turun. Upah tersebut
hanya dapat digunakan untuk membiayai taraf hidup minimum sehingga perekonomian
akan mengalami kemandegan (statonary state). Teori David Ricardo ini dituangkan
dalam bukunya yang berjudul The Principles of Political and Taxation.
ñ Teori Neoklasik
Robert Solow
berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang
bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil
atau output. Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif dan dapat
berdampak negatif. Oleh karenanya, menurut Robert Solow pertambahan penduduk
harus dimanfaatkan sebagai sumber daya yang positif.
ñ Harrord Domar
Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena
pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut.
Teori ini juga membahas tentang pendapatan nasional dan kesempatan kerja.
Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
Faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi adalah:
ñ Faktor Sumber Daya Manusia
Sama halnya
dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM.
Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat
lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya
manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk
melaksanakan proses pembangunan.
ñ Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian besar
negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses
pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin
keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun
sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber
daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang,
kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
ñ Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan
proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan
manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi,
kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan
dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
ñ Faktor Budaya
Faktor budaya
memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan,
faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan
tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong
pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan
sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya
sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
ñ Sumber Daya Modal
Sumber daya
modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK.
Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan
dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat
meningkatkan produktivitas.
Hal-hal yang Mempengaruhi
Pertumbuhan Ekonomi
1.
Akumulasi Modal
Akumulasi modal (capital
accumulation) terjadi apabila sebagian dari pendapatan ditabung dan
diinvestasikan kembali dengan tujuan memperbesar output dan pendapatan di
kemudian hari. Pengadaan pabrik baru, mesin-mesin, peralatan, dan bahan
baku meningkatkan stock modal (capital stock) fisik suatu negara (yakni,
totalnilai riil “neto” atas seluruh barang modal produktif secara fisik) dan
hal itu jelas memungkinkan terjadinya peningkatan output di masa-masa
mendatang. Investasi produktif yang bersifat langsung tersebut harus
dilengkapi dengan berbagai investasi penunjang yang disebut investasi
“infrastuktur” ekonomi dan social. Di samping investasi yang bersifat langsung
banyak cara yang bersifat tidak langsung untuk menginvestasikan dana dalam
berbagai jenis sumber daya. Di samping itu ada juga Investasi dalam pembinaan
sumber daya manusia dapat meningkatkan kualitas modalmanusia, sehingga pada
akhirnya akan membawa dampak posiyif yang sama terhadap manusia.Segenap
kegiatan yang dijelaskan di atas merupakan bentuk-bentuk investasi yangmenjurus
ke akumulasi modal.
2. Pertumbuhan Penduduk dan
Angkatan Kerja
Pertumbuhan penduduk da
pertumbuhan angkatan kerja (yang terjadi beberapa tahun kemudian setelah
pertumbuhan pendududuk) secara tradisional dianggap sebagai salah satu factor
positif yang memacu pertumbuhan ekonomi. Jumlah tenaga kerjayang lebih besar
berarti akan menambah jumlah tenaga produktif, sedangkan pertumbuhan
penduduk yang lebih besar berarti meningkatkan ukuran pasar domesticnya.
Meskipun
demikian, kita masih mempertanyakan apakah begitucepatnya pertumbuhan penawaran
angkatan kerja di Negara-negara berkembang (sehingga banyak diantara mereka
yang mengalami kelebihan tenaga kerja) benar- benar akan memberikan dampak
positif, atau justru negatif, terhadap pembangunan ekonominya.
Sebenarnya,
hal tersebut (positif atau negativenya pertambahan penduduk bagi upaya
pembangunan ekonomi) sepenuhnya tergantung padakemampuan sistem perekonimian
yang bersangkutan untuk menyerap dan secara produktif memanfaatkan
tambahan tenaga kerja tersebut. Adapun kemampuan itusendiri lebih lanjut
dipengaruhi oleh tingkat jenis akumulasi modal dan tersedianyainput atau
factor-faktor penunjang, seperti kecakapan manajerial dan administrasi.
3. Kemajuan
Teknologi
Kemajuan teknologi
(technological progress) bagi kebanyakan ekonom merupakan sumber pertumbuhan
ekonomi yang paling penting. Dalam pengertiannya yang paling sederhana,
kemajuan teknologi terjadi karena ditemukannya cara baru atau perbaikanatas
cara-cara lamadalam menangani pekerjaan-pekerjaan tradisional seperti
kegiatanmenanam jagung, membuat pakaian, atau membangun rumah. Kita mengenal
tiga klasifikasi kemajuan teknologi, yaitu: kemajuan teknologi yang bersifat
netral (neutral technological progress), kemajuan teknologi yang hemat tenaga
kerja (labor- saving technological progress), dan kemajuan teknologi yang
hemat modal (capital- saving technological progress).
Kemajuan
teknologi yang netral (neutral technolohical progress) terjadi apabila
teknologi tersebut memungkinkan kita mencapai tingkat produksi yang lebih
tinggi dengan menggunakan jumlah dan kombinasi faktor input yang sama. Inovasi
yang sederhana, seperti pembagian tenaga kerja (semacam spesialisasi) yang
dapatmendorong peningkatan output dan kenaikan konsumsi masyarakat adalah
contohnya.Sementara itu, kemajuan teknologi dapat berlangsung sedemikian rupa
sehinggamenghemat pemakaian modal atau tenaga kerja (artinya, penggunaan teknologitersebut
memungkinkan kita memperoleh output yang lebih tinggi dari jumlah inputtenaga
kerja atau modal yang sama). Penggunaan komputer, mesin tekstil
otomatis, bor listrik berkecepatan tinggi, traktor dan mesin pembajak
tanah, dan banyak lagi jenios mesin serta peralatan modern lainnya, dapat
diklasifikasikan sebagai kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja
(labor-saving technological progress). Sedangkan kemajuan teknologi hemat modal
(capital-saving technological progress)
merupakan fenomena yang langka. Hal ini dikarenakan hamper semua
penelitian dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan di
Negara-negaramaju dengan tujuan utama menghemat pekerja, dan bukan menghemat
modal. Di Negara-negara dunia ketiga yang berlimpah tenaga kerja tetapi
langka modal,kemajuan teknologi hemat modal merupakan sesuatu yang paling
diperlukan.Kemajuan teknologi juga dapat meningkatkan modal atau tenaga kerja.
Kemajaunteknologi yang meningkatkan pekerja (labor-augmenting technological
progress) terjadi apabila penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan mutu
atauketrampilan angkatan kerja secara umum. Misalnya, dengan menggunakan video,
tape, televise, dan media komunikasi elektronik lainnya di dalam kelas, proses
belajar biaslebih lancar sehingga tingkat penyerapan bahan pelajaran juga
menjadi lebih baik.Demikian pula halnya dengan kemajuan teknologi yang
meningkatkan modal (capital-augmenting technological progress). jenis
kemajuan ini terjadi jika penggunaan teknologi tersebut memungkinkan kita
memanfaatkan barang modal yangada secara lebih produktif. Misalnya, penggunaan
bajak kayu dengan bajak bajadalam produksi pertanian.
Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Posisi
Negara-negara berkembang dewasa ini dalam banyak hal berbeda dengan
yangdimiliki oleh Negara-negara maju pada saat lepas landas ke arah era
pertumbuhanekonomi modern. Dalam kondisi awal tersebut, paling tidak terdapat
delapan perbedaan penting yang mempengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi
dan syarat-syarat terlaksanya pembangunan ekonomi modern. Kedelapan butir
perbedaan yang utama dan yang perludianalisis lebih lanjut itu adalah sebagai
berikut :
1)
Perbedaan kekayaan sumber
daya alam dan kualitas modal manusia.
2)
Perbedaan pendapatan per
kapita dan tingkat GNP dibandingkan negara –negara lainnyadi dunia.
3)
Perbedaan iklim.
4)
Perbedaan jumlah penduduk,
distribusi, serta laju pertumbuhannya.
5)
Peranan sejarah migrasi
internasional.
6)
Perbedaan dalam memperoleh
keuntungan dari perdagangan internasional.
7)
Kemampuan melakukan
penelitian dan pengembangan dalam bidang ilmiah danteknologi dasar.
8)
Stabilitas dan
fleksibilitas lembaga-lembaga politik dan sosial.
Oleh karena itu agar bisa
meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara maka dapat dilakukan upaya
perbaikan di segala bidang dan mengeluarkan berbagai macamkebijakan yang pro
terhadap pertumbuhan ekonomi itu sendiri
Permasalahan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Permasalahan
pokok yang dihadapi oleh negara sedang berkembang terletak pada hasil
pembangunan masa lampau, dimana strategi pembangunan ekonomi yang
menitikberatkan secara pembangunan dalam arti pertumbuhan ekonomi yang pesat
ternyata menghadapi kekecewaan. Banyak negara dunia ketiga yang sudah mengalami
petumbuhan ekonomi, tapi sedikit sekali manfaatnya terutama dalam mengatasi
kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan dalam distribusi pendapatannya. Jurang
si kaya dan si miskin semakin melebar. Penganggur dan setengah menganggur di
desa maupun di kota semakin meningkat. Problem dari masalah kemiskinan, serta
keadaan perumahan yang tidak memadai.
Ketimpangan
dan ketidakmerataan serta pengangguran tidak hanya dalam kontek nasional,
tetapi dalam konteks internasional yang memandang negara-negara yang sedang
berkembang sebagai bagian peningkatan interdependensi (saling ketergantungan)
yang sangat timpang dalam sistem ekonomi dunia. Di negara maju titik berat
strategi pembangunan nampaknya ditekan untuk mengalihkan pertumbuhan menuju
usaha-usaha yang menyangkut kualitas hidup. Usaha-usaha tersebut
dimanifestasikan secara prinsip dalam perubahan keadaan lingkungan hidup.
Pada
prinsipnya problem-problem kemiskinan dan distribusi pendapatan menjadi
sama-sama penting dalam pembangunan negara tersebut. Penghapusan kemiskinan
yang meluas dan pertumbuhan ketimpangan pendapatan merupakan pusat dari semua
problem pembangunan yang banyak mempengaruhi strategi dan tujuan pembangunan.
Oleh karena itu ahli ekonomi mengemukakan bahwa untuk perbaikan jurang
pendapatan nasional hanya mungkin bila strategi pembangunan mengutamakan apa
yang disebut keperluan mutlak, syarat minimum untuk memenuhi kebutuhan pokok,
serta yang dinamakan kebutuhan dasar.
Pengalaman
pembangunan di banyak negara dewasa ini menunjukkan, bahwa terdapat
pertentangan antara gagasan dan praktek pembangunan ekonomi. Gagasan
pembangunan kontemporer berpendirian, bahwa globalisasi akan selalu memberikan
efek positif yang menguntungkan.
Pada
prakteknya itu tidak selalu terjadi. Krisis finansial yang melanda Asia Timur
dan Asia Tenggara merupakan contoh ekses negatif globalisasi. Globalisasi dan
pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai tidak selalu diikuti pemerataan dan
keadilan sosial.
Hal ini
selanjutnya membawa kita pada dilema pokok dalam gagasan pembangunan, yaitu
adanya perdebatan di antara para pakar tentang strategi yang seharusnya
didahulukan, antara pertumbuhan dan pembangunan. Kelompok pertama menyatakan,
bahwa pertumbuhan ekonomi harus didahulukan untuk mencapai tujuan-tujuan lain
dalam pembangunan. Kelompok lainnya berpendapat, bahwa bertolak dari tujuan
yang sebenarnya ingin dicapai, maka aktivitas yang berkaitan langsung dengan
masalah pembangunan itulah yang seharusnya didahulukan, sehingga tercapai
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Perdebatan ini menarik untuk diikuti
karena masing-masing kelompok berpendapat dengan argumen yang kuat.
Profesor
Mubyarto dan Profesor Bromley mempunyai gagasan baru dalam pembangunan, yaitu
tentang pentingnya peran kelembagaan dalam pembangunan. Selama aspek
kelembagaan belum diperhatikan dengan baik, maka akan sulit untuk merumuskan
dan melaksanakan aktivitas pembangunan yang mendukung terwujudnya pemerataan
sosial, pengurangan kemiskinan, dan usaha-usaha peningkatan kualitas hidup
lainnya. Aspek kelembagaan ini berperan penting dalam meningkatkan kemampuan
ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat miskin, dalam memanfaatkan kesempatan
ekonomi yang ada. Inovasi dalam kebijakan publik semacam ini akan senantiasa
memberikan perhatian terhadap tiga hal penting, yaitu etika, hukum, dan ilmu
ekonomi.
Etika
menekankan pada persepsi kolektif tentang sesuatu yang dianggap baik dan adil,
untuk masa kini maupun mendatang. Hukum menekankan pada penerapan kekuatan
kolektif untuk melaksanakan ethical
consensus yang telah disepakati. Sementara itu, ilmu ekonomi
menekankan pada perhitungan untung rugi yang didasarkan pada etika dan landasan
hukum suatu negara.
Kesimpulan :
Pertumbuhan Ekonomi di setiap negara
berbeda - beda tergantung dari tingkat pendapatan per kapita suatu negara
tersebut dan tergantung dari berapa besar pendapatan / penghasilan
dari penduduknya. Jika pendapatan Negara itu tinggi maka pertumbuhan
ekonominya juga cepat tetapi sebaliknya jika pendapatan suatu negaraitu di
bawah rata – rata maka pertumbuhna ekonominya juga rendah.Beberapa ahli ekonomi
mengemukakan pertumbuhan ekonomi dengan persepsi yang berbeda – beda.
Seperti pada alitan klasik an Neo klasik. Sebagai contoh nya :Robert Solow
mengemukakan pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatanyang bersumber
pada manusia, akumulasi modal, pemakaian tekonologi modern danhasil / output.
Dan masih banyak lagi tokoh – tokoh yang mengemukakan pertumbuhan ekonomi
dalam arti yang berbeda – beda.Pertumbuhan ekonomi pada zaman sekarang ini
berdampak pada kehidupan penduduk suatu negara. Semuanya ini berpengaruh
pada kesejahteran rakyat banyak.Oleh karena itu negara terus memajukan
pendapatan negara dengan menaikkan harga – harga kebutuhan pokok seperti
minyak yang katanya bisa menjadikan lebih baik tingkat perekonomian kita.
Saran :
Dengan demikian
dapat kita sarankan kepada pemerintah dengan penjelasan sebagai berikut :
1.
Beberapa negara sedang
berkembang mengalami ketidak stabilan sosial, politik,dan ekonomi. Ini
merupakan sumber yang menghalangi pertumbuhan ekonomi.Adanya pemerintah yang
kuat dan berwibawa menjamin terciptanya keamanandan ketertiban hukum serta
persatuan dan perdamaian di dalam negeri. Ini sangat diperlukan bagi
terciptanya iklim bekerja dan berusaha yang merupakan
motor pertumbuhan ekonomi.
2.
Ketidakmampuan atau
kelemahan setor swasta melaksanakan fungsientreprenurial yang bersedia dan
mampu mengadakan akumulasi kapital danmengambil inisiatif mengadakan investasi
yang diperlukan untuk memonitori proses pertumbuhan.
3.
Pertumbuhan ekonomi
merupakan hasil akumulasi kapital dan investasi yangdilakukan terutama oleh
sektor swasta yang dapat menaikkan produktivitas perekonomian. Hal ini
tidak dapat dicapai atau terwujud bila tidak didukung olehadanya barang-barang
dan pelayanan jasa sosial seperti sanitasi dan program pelayanan kesehatan
dasr masyarakat, pendidikan, irigasi, penyediaan jalan dan jembatan serta
fasilitas komunikasi, program-program latihan dan keterampilan,dan program
lainnya yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
4.
Rendahnya
tabungan-investasi masyarakat (sekor swasta) merupakan pusat ataufaktor
penyebab timbulnya dilema kemiskinan yang menghambat pertumbuhanekonomi.
Seperti telah diketahui hal ini karena rendahnya tingkat pendapatan dankarena
adanya efek demonstrasi meniru tingkat konsumsi di negara-negara majuolah
kelompok kaya yang sesungguhnya bias menabung.
5.
Hambatan sosial utama dalam
menaikkan taraf hidup masyarakat adalah jumlah penduduk yang sangat besar
dan laju pertumbuhannya yang sangat cepat.Program pemerintahlah yang mampu
secara intensif menurunkan laju pertambahan penduduk yang cepat lewat
program keluarga berencana danmelaksanakan program-program pembangunan
pertanian atau daerah pedesaanyang bisa mengerem atau memperlambat arus
urbanisasi penduduk pedesaanmenuju ke kota-kota besar dan mengakibatkan
masalah-masalah social, politis,dan ekonomi.
6.
Pemerintah dapat menciptakan
semangat atau spirit untuk mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi yang
cepat dan tidak hanya memerlukan pengembangan faktor penawaran saja, yang
menaikkan kapasitas produksi masyarakat, yaitu sumber-sumber alam dan manusia,
kapital, dan teknologi.