Jumat, 11 Mei 2012

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA CV NEW AURA TRANSPORT SERVICE DI SURABAYA

                                BAB I

                   PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH

Pada saat perekonomian global bisnis disektor jasa semakin mengalami pertumbuhan. banyak peluang bisnis muncul dari sector ini. Dalam bisnis dibidang jasa, persaingan yang terjadi terutama dititik beratkan pada kualitas dari jasa itu sendiri. Kualitas lebih menekankan pada kepuasan konsumen. Dan produk dari jasa itu adalah sesuatu yang tidak bisa disimpan, dan tidak berwujud sehingga produk yang dijual merupakan pelayanan yang ditawarkan kepad konsumen, yang mempengaruhi kepuasan dan keinginan konsumen untuk menggunakan ulang produk jasa yang ditawarkan.
Peningkatan kualitas pelayanan jasa sangat penting bagi pelanggan, yang secara umum dibagi 5 bagian untuk pelanggan yaitu tangibles, reliability, rsponsiveness, assurance, dan empathy. Tangibles maksudnya peningkatan pelayanan terhadap penampilan dari fasilitas-fasilitas fisik, peralatan, personil dan material-material komunikasi, kemudian reliability adalah kemampuan untuk melaksanakan service yang dijanjikan secara akurat dan dapat diandalkan. Selanjutnya responsiveness merupakan peningkatan pelayanan akan kemauan untuk membantu konsumen dan penyediaan service yang cepat, assurance adalah pengetahuan dan kesopanan dari karyawan serta kemampuan mereka untuk mendapat kepercayaan konsumen dan empathy merupakan sikap peduli, perhatian secara individu yang diberikan oleh perusahana kepada konsumennya.
Alasan perusahaan jasa meningkatkan kualitas pelayanan jasa adalah untuk menciptakan kepuasan pelanggan, karena sebagai suatu strategi yang tepat untuk berhasil dan bertahan dalam persaingan yang terus meningkat. Kualitas yang baik bukan berdasarkan persepsi penyedia jasa melainkan berdasarkan persepsi pelanggan. Persepsi atau sudut pandang pelanggan terhadap kualitas jasa merupakan penilaian menyeluruh atas keunggulan suatu jasa yang diberikan perusahaan. demikian pula dengan kualitas jasa yang diberikan kepada pelanggan berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaiannya untuk memenuhi harapan pelanggan. Karena pelanggan memiliki peranan yang besar sebagai standar perbandingan dalam evaluasi kualitas maupun kepuasan.
Jika kualitas pelayanan penyedia jasa kurang baik dalam arti bagi pelanggan, maka ada dua kemungkinan tindakan yang akan diambil pelanggan, yang pertama yaitu diam saja, langsung berpindah ke penyedia jasa pelayanan yang dianggap memiliki layanan lebih baik. Kemungkinan kedua pelanggan mengeluh sesama teman atau langsung menyampaikan keluhannya kepada pihak penyedia jasa agar mau memperbaiki kualitas pelayanan jasanya.
Dalam rangka memberikan kualitas yang dapat memuaskan pelanggan, maka penting bagi perusahaan jasa meningkatkan kemampuannya untuk dapat memberikan kepuasan pelanggan secara konsisten, dengan mengukur kepuasan pelanggan secara teratur dan melihat kekurangan pelayanan yang ada melalui berbagai cara seperti penelitian konsumen secara berkala, menyediakan panel saran pelanggan dan sistem penyelesaian keluhan. Melalui berbagai riset akan diperoleh informasi mengenai kekuatan dan kelemahan jasa perusahaan dari sudut pandang pelanggan yang memanfaatkan atau menggunakan jasa.
Seperti halnya pada usaha persewaan mobil, tour & travel, ticketing segala jurusan serta pengiriman barang dituntut memenuhi kebutuhan pelanggan pengguna jasa-jasa tersebut yaitu dengan cara memberikan pelayanan yang berkualitas sehingga dapat memuaskan dan menciptakan pelanggan yang loyal. Penelitian mengenai topik kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan merupakan salah satu usaha yang baik bagi pihak manajemen untuk mengetahui penilaian mereka terhadap pelayanan yang telah diberikan oleh pihak perusahaan selama ini. Persaingan yang meningkat dengan semakin berkembangnya sejumlah perusahaan-perusahana sejenis baru semakin mendorong peneliti untuk mengambil tema ini.
Salah satu pendapat yang layak untuk mendapat perhatian adalah bahwa dengan memberikan kualitas pelayanan yang lebih tinggi akan menciptakan kepuasan pelanggan dan berkurangnya keluhan pelanggan bagi perusahaan. dengan adanya komplain dari pelanggan, akan bermanfaat bagi perusahaan untuk memperbaiki kualitas pelayanan yang diberikan. Apabila tingkat komplain tinggi, berarti kepuasan pelanggan yang dicapai rendah. Kemudian adanya komplain yang tidak ditindaklanjuti oleh akan berkaibat negatif.
Berdasarkan fenomena yang terjadi pada CV. New Aura Trsanport Service Surabaya penulis menganggap pentingnya sebuah penelitian mengenai pengaruh kualitas pelayanan jasa yang terdiri dari tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy terhadap kepuasan pelanggan pada dimana hal ini sesuai dengan pengalaman penulis di bidang ini. Penelitian ini memfokuskan pada pelanggan jasa persewaan mobil. Sehingga diharapkan dengan mengetahui pengaruh kualitas pelanggan terhadap kepuasan akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia jasa pelayanan persewaan mobil, dan ilmu pengetahuan maupun berbagai pihak.
Berdasarkan landasan pemikiran di atas, maka penulis menyusun penelitian yang berjudul : “Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan CV. New Aura Transport Service di Surabaya”.

B.     RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
“Faktor-faktor apa sajakah dari kualitas pelayanan jasa (tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy) terhadap kepuasan pelanggan pada CV. New Aura Transport Service di Surabaya ?”

C.    TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
1.      Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah :
“Untuk mengetahui faktor-faktor penting apa sajakah dari kualitas pelayanan jasa (tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy) terhadap kepuasan pelanggan pada CV. New Aura Transport Service di Surabaya”.

2.      Manfaat Penelitian
a.       Untuk kepentingan ilmiah
Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mempositifkan pembendaraan kepustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya serta dapat dijadikan studi pembanding antara teori yang telah didapat dibangku kuliah dengan kenyataan dilapangan.
b.      Untuk kepentingan terapan
Diharapkan dapat memberikan manfaat serta masukan bagi perusahaan didalam mengetahui pengaruh kualitas pelayanan jasa terhadap kepuasan pelanggan di bidang persewaan mobil.

D.    RUANG LINGKUP
Untuk menghindari pembahasan dan penyusunan skripsi ini tidak mengalami pembahasan yang terlalu luas, maka penulis memberikan suatu batasan pada penulisan dan pembahasan skripsi ini yaitu factor intern kualitas pelayanan jasa (tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy) juga faktor ekstern yaitu pesaing terhadap kepuasan pelanggan pada CV. New Aura Transport Service di Surabaya.

E.     TINJAUAN TEORI
1.      Konsep Inti Pemasaran
a.       Pengertian Pemasaran
b.      Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan
c.       Manajemen Pemasaran
2.      Jasa
a.       Definisi jasa
b.      Karakteristik jasa
3.      Quality (Kualitas)
a.       Pengertian kualitas
b.      Pandangan konsumen terhadap servqual
c.       Dimensi kualitas jasa
4.      Perilaku konsumen
a.       Pengertian perilaku konsumen
b.      Peran perilaku konsumen dalam pemasaran
5.      Kepuasan dan ketidakpuasan pelanggan
a.       Pengertian kepuasan dan ketidakpuasan pelanggan
b.      Service failure
6.      Perilaku keluhan pelanggan
a.       Service recovery (pemulihan  layanan)
b.      Niat penggunaan ulang
7.      Hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan

F.     METODOLOGI PENELITIAN

Variabel-variabel Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan

Definisi operasional variabel adalah segala sesuatu yang menjadi pengamatan dalam penelitian didasarkan atas sifat atau hal-hal yang dapat didefinisikan, diamati dan diobservasikan.
Disini akan dijelaskan variabel-variabel yang akan diamati yang menjadi obyek pengamatan dalam penelitian yang berkaitan dengan kesimpulan yang dikehendaki.
Untuk itu lebih dahulu akan diuraikan secara singkat mengenai pengertian variabel baik secara teoritis maupun yang berhubungan dengan kondisi penelitian yang ada perusahaan tersebut.
a.      Faktor Tangibles (X1)
Adalah pernyataan dari responden terhadap penampilan dari fasilitas-fasilitas fisik, peralatan, personil dan material-material komunikasi pada CV. New Aura Transport Service di Surabaya.
Adapun kriteria pengukuran sebagai berikut :
X1.1      : Fasilitas jasa persewaan monil CV. New Aura Transport Service di Surabaya sangat memadai.
X1.2      : Peralatan jasa persewaan mobil CV. New Aura Transport Service di Surabaya sangat memadai.
X1.3      : Karyawan jasa persewaan mobil CV. New Aura Transport Service di Surabaya terampil sekali.
X1.4      : Penampilan karyawan yang rapi dan menarik.
b.      Faktor Reliability (X2)
Adalah pernyataan dari responden terhadap kemampuan untuk melaksanakan service yang udah dijanjikan secara akurat dan dapat diandalkan pada CV. New Aura Transport Service di Surabaya. Adapun kriteria pengukuran sebagai berikut :
X2.1 : Kecepatan pelayanan purna yang diberikan oleh perusahaan.
X2.2 : Ketepatan pelayanan purna yang diberikan oleh perusahaan.
X2.3 : Kesesuaian antara pelayanan dan janji yang diberikan perusahaan.
X2.4 : Penerimaan jasa yang segera.
X2.5 : Pengecekan kemajuan dari pelayanan yang diberikan.
X2.6 : Kebersihan pengguna jasa angkutan laut  yang dijamin.
c.       Faktor Responsiveness (X3)
Adalah pernyataan dari responden terhadap kemauan untuk membantu konsumen dan penyediaan service yang cepat pada CV. New Aura Transport Service di Surabaya. Adapun kriteria pengukuran sebagai berikut :
X3.1   : Para karyawan bersikap tanggap terhadap pelanggan yang membutuhkan bantuan.
X3.2   : Karyawan tanggap terhadap permintaan pelanggan dengan cepat.
X3.3   : Karyawan tanggap terhadap permintaan pelanggan dengan tepat.
d.      Faktor Assurance (X4)
Adalah pernyataan dari responden terhadap pengetahuan dan kesopanan dari karyawan  serta kemampuan mereka untuk mendapat kepercayaan konsumen pada CV. New Aura Transport Service di Surabaya. Adapun kriteria pengukuran sebagai berikut :
X4.1 : Karyawan yang berpengetahuan luas.
X4.2 : Kredibilitas perusahaan pemberi layanan jasa.
X4.3 : Karyawan yang bersikap ramah.
X4.4 : Karyawan yang bersikap tulus.
X4.5 : Karyawan yang bersikap sopan.
X4.6 : Pelaksanaan pemberlakuan garansi yang diberikan oleh perusahaan.
e.       Faktor Empathy (X5)
Adalah pernyataan dari responden terhadap sikap peduli, perhatian secara individu yang diberikan oleh CV. New Aura Transport Service di Surabaya kepada konsumennya. Adapun kriteria pengukuran sebagai berikut :
X5.1 : Pemberian informasi yang mudah dipahami dan jelas.
X5.2 : Kemampuan memahami kebutuhan pelanggan.
X5.3 : Perhatian secara individual dari karyawan.
X5.4 : Kemudahan untuk dihubungi.
X4.5 : Karyawan yang bersikap sopan.
X4.6 : Pelaksanaan pemberlakuan garansi yang diberikan oleh perusahaan.

G.    TEKNIK ANALISIS DATA
Tujuan analisis data dalam penelitian ini adalah untuk membatasi penemuan hingga menjadi suatu data yang teratur serta tersusun dan lebih berarti.
Adapun metode yang digunakan :
1.      Metode kualitatif
Yaitu mengadakan analisis data dengan struktur kalimat yang rasional tentang proses maupun dampak yang terjadi setelah diadakan analisa kuantitatif.
2.      Metode kuantitatif
Yaitu analisa data dengan menggunakan angka-angka kedalam rumus-rumus statistik atau matematik. Untuk menerapkan analisis ini maka digunakan analisis faktor yang merupakan prosedur analisis untuk mengurangi dan meringkas dengan rumus sebagai berikut :
Xi = Ai + Ai2F2 + Ai3F3 + …… + AimF + ViUi
Keterangan :
Xi     =    Estimasi faktor ke i
Aij     =    Koefisien regresi berganda atau faktor loading dari varaibel i terhadap common faktor j.
F       =    Faktor umum
Vi     =    Coeficient standardized regression atau faktor loading dari variabel terhadap common faktor j.
Ui     =    Koefisien khusus dari variabel i.
M      =    Jumlah dari faktor-faktor umum
Hasil-hasil yang diharapkan dari model analisis faktor adalah bahwa faktor-faktor khusus tidak berkorelasi satu sama lain dan juga tidak berkorelasi dengan faktor-faktor umum Malhotra (1999) menyatakan bahwa faktor umum itu merupakan kombinasi linier dari variabel yang dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Fi = Wi1X1 + Wi2X2 + Wi3X3 + …… + WikX
Dimana :
Fi   = Estimasi faktor loading I
W= Bobot atau koefisien nilai faktor
K   = Jumlah variabel
Adapun nilai statistik yang harus diperhatikan dalam analisis faktor menurut (Malhotra, 1999) yang dikemukakan oleh Soebari Martoatmojo (2002) adalah sebagai berikut :
1.      KMO  test adalah indeks yang digunakan untuk mengukur matriks korelasi atau model analisis dilihat dari kecukupan data (Sampling adequancy). Menurut Chery (1997), nilai KMO harus > 0,50.
2.      Barlet test of sphericity untuk mengetahui apakah variabel yang diteliti terjadi korelasi dengan variabel lain dalam model penelitian atau tidak. Ataukah antar variabel dalam model memiliki model hubungan atau tidak. Nilai probabiitas dari test ini harus lebih kecil dari 5% (0,05) atau jika dilihat dari Chi Square harus > dari 2000. Aau dengan kata lain bahwa matriks korelasi dari populasi adalah matris identitas.
3.      Correlation Matriks menunjukkan korelasi sederhana antara semua pasangan variabel yang sedang dianalisis, sementara nilai elemen diagonalnya yang bernilai 1 dihilangkan.
4.      Communality adalah jumlah varian yang dimiliki semua variabel yang dianalisis. Dapat pula dikatakan sebagai proporsi varians yang dijelaskan oleh faktor-faktor umum. Analisa communalities menunjukkan bahwa ekstrasi faktor dapat menjelaskan varians faktor sebesar hasil ekstraksi dari faktor tersebut, sedangkan semakin rendah tingkat komunalnya maka semakin lemah hubungan faktornya.
5.      Eigen value adalah nilai yang mempunyai total varian yang dijalankan oleh setiap faktor. Eigen value menunjukkan kepentingan relatif masing-masing faktor dalam menghitung varians dari variabel diatas. susunan Eigen value selalu diurutkan dari yang terbesar sampai yang terkecil, dengan kriteria bahwa angka Eigen dibawah 1 tidak digunakan untuk menghitung faktor.
6.      Matrix factor memuat semua factor loading dari variabel pada faktor-faktor yang telah dilipih.
7.      Percentage varians adalah prosentase dari total varians bagi setiap faktor.
Dari analisis faktor-faktor tersebut diatas, akan memperoleh hasil penelitian sebagai berikut :
-          Test reliabilitas
Adalah test kemampuan instrmen dalam mengukur suatu gejala pada waktu yang berlainan dan mendapatkan hasil relatif yang sama.
-          Test kecukupan sampel
Kriteria adalah nilai KMO harus ≥ 0,50 sehingga sampel penelitian dianggap cukup.
-          Banlet test of sphericity
Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui apakah tidak terjadi korelasi antar variabel dalam populasi.
-          Penentuan jumlah faktor
Dengan menggunakan program SPSS maka terdapat faktor baru. Faktor-faktor tersebut ditentukan dengan nilai Eigan yang besarnya ≥ 1, apabila nilai Eigan kurang dari 1 maka faktor tersebut harus dikeluarkan dari model.
-          Hasil rotasi faktor
Rotasi faktor bertujuan agar matriks faktor dijadikan lebih mudah diinterpretasikan, peneliti menggunakan varimax rotation yang bertujuan untuk meminimalisasi jumlah variabel dengan nilai tinggi pada sebuah faktor.
-          Non redundant
Merupakan koefisien yang menunjukkan beberapa persen data yang berubah setelah dilakukan rotasi. Syarat nilai non redundant harus dibawah 50 % (0,5).
-          Loading factor
Faktor yang menyusun komponen faktor variabel tersebut adalah faktor dengan koefisien korelasi (loading factor) yang signifikan (lebih besar dari komponen faktor yang lain) dengan komponen tersebut.

DAFTAR  PUSTAKA


Assael, Henry. 1995. Consumer Behavior and Marketing Action. Fifth Edition, Boston : Publishing Co.

Engel, James F., and Roger D., Blackwell. 1993. Cinsumer Bahavior. New York : College Publishing All Right Reserved.

Kotler, Phillip. 1997. Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanana, Implementasi, dan Kontrol. Edisi Kesepuluh, Terjemahan. Jakarta :  PT. Prehallindo.

______________, 1994. Marketing Management Implementasi and Control. New Jersey : Prentice Hall.

Loudon, David L and Bitta, Albert J. Delta. 1993. Service Marketing. Third Edition. London : Prentice Hall.

Maholtra, Naresh K. 1999. Marketung Research and Applied Orientation. First Edition. New Jersey : Prentice Hall Inc.

Nasir, M. 1998. Metode Penelitian. Jakarta : PT. Ghalia Indonesia.

Peter, J. Paul dan Jerry C. Olson. 1999. Perilaku Konsumen. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Santoso, Singgih dan Fandy Tjiptono. 2001. Riset Pemasaran : Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.

Schiffman, L and Kanuk. 2002. Consumer Behavior. New York : Prentice Hall.

Singarimbun, Masri dan Efendi. 1989. Metode Penelitian Survei. Jakarta : Penerbit LP3ES.

Sugiyono, 2002. Metode Penelitian Administrasi. Cetakan Ke Delapan. Bandung : Alfa Beta.

Swasta, Basu DH dan Irawan. Manajemen Pemasaran Modern. Edisi Kedua. Yogyakarta : Penerbit Liberty.

Tjiptono, Fandy. 1996. Manajemen Jasa. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Wilkie, Willian L., 1994. Consumer Behavior. Third ed. New York : John Wiley & Sons.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar