Sabtu, 13 Oktober 2012

PERKEMBANGAN FILSAFAT PERIODE MODERN


BAB I
PENDAHULUAN
1.     Latar belakang
Proses moderenisasi adalah beralihnya tehnik produksi dari yang tradisional ke tehnik modern,[1] filsafatpun juga mengalami proses periode modernisasi artinya filsafat juga mengalami beberapa peridisasi, periode ini didasarkan  atas corak pemikiran yang dominan pada waktu itu.
Pertama, adalah zaman Yunani Kuno, ciri yang menonjol dari filsafat Yunani kuno adalah ditujukannya perhatian terutama pada pengamatan gejala kosmik dan fisik sebagai ikhtiar guna menemukan asal mula (arche) yang merupakan unsur awal terjadinya gejala-gejala. Para filosof pada masa ini mempertanyakan asal usul alam semesta dan jagad raya, sehingga ciri pemikiran filsafat pada zaman ini disebut kosmosentris. Kedua, adalah zaman Abad Pertengahan, ciri pemikiran filsafat pada zaman ini di sebut teosentris. Para filosof pada masa ini memakai pemikiran filsafat untuk memperkuat dogma-dogma agama Kristiani, akibatnya perkembangan alam pemikiran Eropa pada abad pertengahan sangat terkendala oleh keharusan untuk disesuaikan dengan ajaran agama, sehingga pemikiran filsafat terlalu seragam bahkan dipandang seakan-akan tidak penting bagi sejarah pemikiran filsafat sebenarnya. Ketiga, adalah zaman Abad Modern, para filosof zaman ini menjadikan manusia sebagai pusat analisis filsafat, maka corak filsafat zaman ini lazim disebut antroposentris.
Filsafat Barat modern dengan demikian memiliki corak yang berbeda dengan filsafat Abad Pertengahan. Letak perbedaan itu terutama pada otoritas kekuasaan politik dan ilmu pengetahuan. Jika pada Abad Pertengahan otoritas kekuasaan mutlak dipegang oleh Gereja dengan dogma-dogmanya, maka pada zaman Modern otoritas kekuasaan itu terletak pada kemampuan akal manusia itu sendiri. Manusia pada zaman modern tidak mau diikat oleh kekuasaan manapun, kecuali oleh kekuasaan yang ada pada dirinya sendiri yaitu akal. Kekuasaan yang mengikat itu adalah agama dengan gerejanya serta Raja dengan kekuasaan politiknya yang bersifat absolut. Keempat, adalah Abad Kontemporer dengan ciri pokok pemikiran logosentris, artinya teks menjadi tema sentral diskursus filsafat.
1.      Rumusan Masalah
Seperti yang telah diuraikan pada latar belakang, maka penulis mengambil rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana sejarah perkembangan filsafat modern?
2.      Apa yang dimaksud Renaisains, Rasionalisme dan  Empirisme ?
3.      Siapa tokoh-tokoh filsafat modern?

2.      Tujuan
1.      Untuk mengetahui sejarah perkembangan filsafat modern.
2.      Untuk mengetahui Renaisans, Rasionalisme dan Empirisme.
3.      Untuk mengetahui tokoh-tokoh filsafat modern.

BAB II
PEMBAHASAN
1.     Sejarah  Perkembangan Filsafat Modern
            Runtunya pandangan dunia abad pertengahan disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu korupsi dalam gereja katolik, meningkatnya kekayaan dan kekuasaan kelas “pedagang” baru, penemuan-penemuan dibidang astronomi oleh copernicus Galileo. Semua faktor tersebut memainka peran dalam pembentukan dasar-dasar metafisis dari kekristenan di Eropa.  Hal ini juga disebabkan perbedaan pandangan para ahli sejarah tentang peralihan zaman pertengahan ke zaman modern.
Abad Pertengahan adalah abad ketika alam pikiran dikungkung oleh Gereja. Dalam keadaan seperti itu kebebasan pemikiran amat dibatasi, sehingga perkembangan sains sulit terjadi, demikian pula filsafat tidak berkembang, bahkan dapat dikatakan bahwa manusia tidak mampu menemukan dirinya sendiri. Oleh karena itu, orang mulai mencari alternatif. Dalam perenungan mencari alternatif  itulah orang teringat pada suatu zaman ketika peradaban begitu bebas dan maju, pemikiran tidak dikungkung, sehingga sains berkembang, yaitu zaman Yunani kuno. Pada zaman Yunani kuno tersebut orang melihat kemajuan kemanusiaan telah terjadi. Kondisi seperti itulah yang hendak dihidupkan kembali
Pada pertengahan abad ke-14, di Italia muncul gerakan pembaruan di bidang keagamaan dan kemasyarakatan yang dipelopori oleh kaum humanis Italia. Tujuan utama gerakan  ini adalah merealisasikan kesempurnaan pandangan hidup Kristiani dengan mengaitkan filsafat Yunani dengan ajaran agama Kristen. Gerakan ini berusaha meyakinkan Gereja bahwa sifat pikiran-pikiran klasik itu tidak dapat binasa. Dengan memanfaatkan kebudayaan dan bahasa klasik itu mereka berupaya menyatukan kembali Gereja yang terpecah-pecah dalam banyak sektli.
Tidak dapat dinafikan bahwa pada abad pertengahan orang telah mempelajari karya-karya para filosof Yunani dan Latin, namun apa yang telah dilakukan oleh orang pada masa itu berbeda dengan apa yang diinginkan dan dilakukan oleh kaum humanis. Para humanis bermaksud meningkatkan perkembangan yang harmonis dari kecakapan serta berbagai keahlian dan sifat-sifat alamiah manusia dengan mengupayakan adanya kepustakaan yang baik dan mengikuti kultur klasik Yunani. Para humanis pada umumnya berpendapat bahwa hal-hal yang alamiah pada diri manusia adalah modal yang cukup untuk meraih pengetahuan dan menciptakan peradaban manusia. Tanpa wahyu, manusia dapat menghasilkan karya budaya yang sebenarnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa humanisme telah memberi sumbangannya kepada renaisans untuk menjadikan kebudayaan bersifat alamiah.
Masa transisi dari teknokrasi spiritual menjadi teknokrasi modern menghabiskan waktu sekitar 500 tahun. Dalam revolusi prancis tahun 1789, pertengkaran antara para modernis dan generasi kuno diselesaikan dengan kemenangan berdarah untuk kaum modernis. Hal ini mengakibatkan berkembangnya negara modern dan mapannya kekuasaan teknokrasi di Eropa barat.

2.     Renaisains,Rasionalisme dan  Empirisme
·        Renaisains
Renaisans berasal dari istilah bahasa Prancis renaissance yang berarti kelahiran kembali (rebirth). Istilah ini biasanya digunakan oleh para ahli sejarah untuk menunjuk berbagai periode kebangkitan intelektual yang terjadi di Eropa, khususnya di Italia sepanjang abad ke 15 dan ke 16. Istilah ini mula-mula digunakan oleh seorang ahli sejarah terkenal yang bernama Michelet, kemudian dikembangkan oleh J. Burckhardt (1860) untuk konsep sejarah yang menunjuk kepada periode yang bersifat individualisme, kebangkitan kebudayaan antik, penemuan dunia dan manusia, sebagai periode yang dilawankan dengan periode Abad Pertengahan.
Sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa zaman pertengahan berakhir ketika Konstantinopel ditaklukkan oleh Turki Usmani pada tahun 1453 M. Peristiwa tersebut dianggap sebagai akhir zaman pertengahan dan titik awal zaman modern. Ada juga yang berpendapat bahwa  penemuan benua Amerika oleh Columbus pada tahun 1492 M., menandai awal zaman modern. Para ahli yang lain cenderung menganggap era gerakan reformasi keagamaan yang dimotori oleh Martin Luther pada tahun 1517 M., sebagai akhir zaman pertengahan. Namun mayoritas ahli sejarah mengatakan bahwa akhir abad ke 14 sekaligus menjadi akhir zaman pertengahan yang ditandai oleh suatu gerakan yang disebut renaissance pada abad ke 15 dan 16. Dengan demikian abad ke 17 menjadi bagian awal dari zaman filsafat modern.

·        Rasionalisme
Usaha manusia untuk memberi kemandirian kepada akal sebagaimana yang telah dirintis oleh para pemikir renaisans, masih berlanjut terus sampai abad ke-17. Abad ke-17 adalah era dimulainya pemikiran-pemikiran kefilsafatan dalam artian yang sebenarnya. Semakin lama manusia semakin menaruh kepercayaan yang besar terhadap kemampuan akal, bahkan diyakini bahwa dengan kemampuan akal segala macam persoalan dapat dijelaskan, semua permasalahan dapat dipahami dan dipecahkan termasuk seluruh masalah kemanusiaan.
Filsafat rasionalisme ilmiah memandang alam dan masyarakat sebagai sistem yang diatur secara rasional, yang sifat serta cara kerjanya bisa dimengerti oleh mereka yang pernah mempraktikan seni berpikir rasional. Bagi para rasionalis awal, tidak ada pengetahuan matematis.
Dengan kekuasaan akal tersebut, orang berharap akan lahir suatu dunia baru yang lebih sempurna, dipimpin dan dikendalikan oleh akal sehat manusia. Kepercayaan terhadap akal ini sangat jelas terlihat dalam bidang filsafat, yaitu dalam bentuk suatu keinginan untuk menyusun suatu sistem keputusan akal yang luas dan tingkat tinggi. Corak berpikir yang sangat mendewakan kemampuan akal dalam filsafat dikenal dengan nama aliran rasionalisme.
·         Empirisme
Pada abad ke-17 di Inggris, muncullah saingan dari rasionalisme, yaitu Empirisme. Menurut empirisme, kelompok rasionalis salah saat mengatakan bahwa pengetahuan didasarkan atas kepastian a priori (sebelum pengalaman) matematika. Sebaliknya, bagi mereka satu-satunya sumber pngetahuan yang benar dan tidak tercemar adalah pengalaman indra, sehingga pengetahuan bersifat a posteriori (setelah pengalaman)
Kalangan empiris beranggapan bahwa kita hanya bisa mengetahui sesuatu jika kita mengenal sesuatu itu melalui indra kita. Mereka juga membri perhatian khusus terhadap kekuatan epistemologis yang melekat pada penglihatan manusia. Tipe epistemologi yang agak mengikuti kitab suci ini mencontoh praktik ilmu pengetahuan yang sukses.[2]

3.     Tokoh-tokoh Filsafat Modern
          berikut ini merupakan beberapa tokoh filsafat modern:
1.      Nicolaus Copernicus (1473-1543) dan Galileo Galilei (1564-1642)Kedua tokoh tersebut beraliran Renaisains yang memutarbalikkan kosmologi para pelajar dan memulai proses baru dalam membangun suatu kosmologi ilmiah alternatif. Dalam pemikiran ini, dunia tidak lagi dilihat sebagai sebuah bola spiritual yang teratur secara moral, tetapi suatu mesin mekanis yang mengikuti hukum-hukum matematika, hal ini membawa suatu tatanan sosial baru yang berbeda dari para pendahulu religiusnya dengan cara yang cukup signifikan.
2.      Rene Descartes (1595-1650)
Merupakan tokoh pertama Rasionalisme. Descartes dianggap sebagai Bapak Filsafat Modern. Menurut Bertrand Russel, kata “Bapak” pantas diberikan kepada Descartes karena dialah orang pertama pada zaman modern itu yang membangun filsafat berdasarkan atas keyakinan diri sendiri yang dihasilkan oleh pengetahuan akliah. Dia pula orang pertama di akhir abad pertengahan yang menyusun argumentasi yang kuat dan iman, bukan ayat suci dan bukan yang lainnya. Hal ini disebabkan perasaan tidak puas terhadap perkembangan filsafat yang amat lamban dan banyak memakan korban. Ia melihat tokoh-tokoh Gereja yang mengatasnamakan agama telah menyebabkan lambannya perkembangan itu. Ia ingin filsafat dilepaskan dari dominasi agama Kristen, selanjutnya kembali kepada semangat filsafat Yunani, yaitu filsafat yang berbasis pada akal.
3.      Jhon Locke (1632-1704)
Filsuf Empiris pertama yang dikenal adalah jhon locke, lock merupakan pengagum ide-ide ahli kimia, Robert Boyle, dan merupakan seorang antikatolik yang terlibat dalam politik protestan. Dia menulis secara luas tentang persoalan-persoalan filsafat, dan menjadi terkenal baik sebagai ahli epistomologi maupu sebagai filsuf politik.

4.      Kemajuan Ilmu Zaman Renaisans Dan Modern
  1. Masa Renaisans (Abad ke 15-16)
Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu. Zaman ini juga merupakan penyempurnaan kesenian. Pada masa ini seni musik juga mengalami perkembangan. Tidaklah mudah untuk membuat garis batas yang tegas antara zaman renaisans dan zaman modern. Sementara orang menganggap bahwa zaman modern hanyalah perluasan renaisans. Akan tetapi, pemikiran ilmiah membawa manusia lebih maju ke depan dengan kecepatan yang besar, berkat kemampuan-kemampuan yang dihasilkan oleh masa-masa sebelumnya.
Pemikir yang dapat dikemukakan dalam tulisan ini antara lain:
a.       Nicholas Copernicus (1473-1543)
Dalam teori Copernicus yang disebut dengan teori Heliosentrisme, ia mengemukakan bahwa matahari berada dipusat jagat raya, dan bumi memiliki dua macam gerak, yaitu gerak pada porosnya dan gerak mengelilingi matahari.
b.      Francis Bacon (1561-1626)
Bacon adalah pemikir yang seolah-olah meloncat keluar dari zamannya dengan melihat perintis ilmu. Ungkapan Bacon yang terkenal adalah Knowledge is Power (Pengetahuan adalah Kkekuasaan). Ada tiga contoh yang dapat membuktikan pernyataan ini, yaitu:
  1. Mesin menghasilkan kemenangan dan perang modern,
  2. Kompas memungkinkan manusia mengarungi lautan,
  3. Percetakan yang mempercepat penyebaran ilmu.[3]
2.      Zaman Modern (Abad ke 17-19)
Setelah Galileo, Fermat, Pascal, dan Keppler berhasil mengembangkan penemuan mereka dalam ilmu, maka penemuan yang terpancar-pancar itu jatuh ke tangan dua sarjana, yang dalam ilmu moern memegang peran yang sangat penting. Mereka adalah Isaac Newton (1643-1727) dan Leibniz (1646-1716). Di tangan dua orang sarjana inilah, sejarah ilmu modern dimulai.
Lahirnya Teori Gravitasi, perhitungan Calculus dan Optika merupakan karya besar Newton. Teori Gravitasi newton dimulai ketika muncul persangkaan penyebab planet tidak mengikuti pergerakan lintas lurus, persangkaan tersebut kemudian dijadikan Newton sebagai titik tolak untuk spekulasi dan perhitungan-perhitungan.
Berdasarkan teori Gravitasi dan perhitungan-perhitungan yang dilakukan Newton, dapat diterangkanlah dasar dari semua lintasan planet dan bulan, pengaruh pasang air samudra dan lain-lain peristiwa astronomi, justru dalam lapangan astronomilah, ketepatan teori Gravitasi makin meyakinkan, sehingga tidak ada lagi yang tidak percaya tentang adanya gravitasi ini.
Perhitungan calcus atau yang disebut juga diferensial/integral oleh newton di Inggris dan Leibniz di Jerman, terbukti terbukti sangat luas gunanya untuk menghitung bermacam-macam hubungan antara dua atau lebih banyak hal yang berubah, bersama dengan ketentuan yang teratur. Setelah calculus ditemukan banyak sekali perhitungan dan pemeriksaan ilmiah dapat diselesaikan, sebelumnya tinggal problematis saja. Tanpa calculus, ilmu matematika tidak dapat berkembang seperti saat ini.
3.      Ilmu yang Berbasis Rasionalisme dan Empirisme
            Dengan bertambah majunya alam pikiran manusia dan makin berkembangnya cara-cara penyelidikan pada zaman modern ini, manusia dapat menjawab banyak pertanyaan tanpa mengarang mitos. Menurut A. Comte, dalam perkembangan manusia, sesudah tahap mitos, manusia berkembang dalam tahap filsafat. Pada tahap fisafat, rasio sudah terbentuk, tetapi belum ditemukan metode berpikir yang objektif.
Dalam Positivisme Auguste Comte, ia membedakan tiga tahap evolusi dalam pemikiran manusia. Teori tersebut terkenal dengan nama “Teori Tiga Tahap”. Berdasarkan teori ini, seluruh sejarah pemikiran manusia berevolusi dari tahap teologi (mistis) ke tahap filsafi, dan akhirnya pada tahap positivistis sebagai kemenangan pasti akal. Berkat pengamatan yang sistematis dan kritis, lambat laun manusia berusaha mencari jawab secara rasional dengan meninggalkan cara yang rasional. Dan pengetahuan yang diperoleh berdasarkan penalaran deduktif ternyata mempunyai kelemahan, maka muncullah pandangan lain yang berdasarkan pengalaman konkret.

BAB III
PENUTUP
1.     Kesimpulan
Tidak dapat dipungkiri, zaman filsafat modern telah dimulai. Secara historis, zaman modern dimulai sejak adanya krisis zaman pertengahan. Masa transisi dari teknokrasi spiritual menjadi teknokrasi modern menghabiskan waktu sekitar 500 tahun.
a.       Renaisains
Renaisains berasal dari istilah bahasa Prancis renaissance yang berarti kelahiran kembali (rebirth). Sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa zaman pertengahan berakhir ketika Konstatinopel ditaklukkan oleh Turki Usmani pada tahun 1453 M. Peristiwa tersebut sebagai akhir zaman pertengahan dan dimulainya zaman modern.
Namun mayoritas ahli sejarah mengatakan bahwa akhir abad ke 14 sekaligus menjadi abad pertengahan yang ditandai oleh sebuah gerakan yaitu renaissance pada abad ke 15 dan 16. Dengan demikian abad ke 17 menjadi bagian awal dari zaman filsafat modern.
b.      Rasionalisme
Abad ke 17 adalah era dimulainya pemikiran-pemikiran kefilsafatan dalam arti yang sebenarnya. Filsafat rasionalisme ilmiah memandang alam dan masyarakat sebagai sistem yang telah diatur secara rasional.
Dengan kekuasaan akal tersebut, orang berharap akan lahir kekuasaan baru yang lebih sempurna. Kepercayaan terhadap akal ini sangat jelas dalam bidang filsafat dan corak yang sangat mendewakan kemampuan akal dalam filsafat dikenal dengan nama aliran rasionalisme.


c.       Empirisme
Empirisme merupakan saingan dari rasionalisme, pendapat kelompok empirisme bertolak belakang dengan pendapat kelompok rasionalisme. Menurut empirisme, kelompok rasionalisme salah saat mengatakan bahwa pengetahuan didasarkan atas kepastian matematika. Kalangan empirisme berpendapata  bahwab kita hanya bisa mengenali sesuatu melalui alat indra.

Tokoh-tokoh filsafat modern:
·         Nicolaus Copernikus (1473-1543) dan Galileo Galilei (1564-1642)
·         Rene Descartes (1595-1650)
·         Jhon Locke (1632-1704)

Kemajuan Ilmu Zaman Renaisans dan Modern
1.      Masa Renaisans (Abad ke 15-16)
Pada masa ini merupakan penyempurnaan kesenian, dan pada masa ini seni musik juga mengalami perkembangan. Pemikir yang dapat dikemukakan dalam tulisan ini yaitu Nicholas Copernicus dan Francis Bacon.
2.      Zaman Modern
Setelah Galileo, Fermat, Pascal, dan Keppler berhasil mengembangkan penemuan mereka dalam ilmu, maka penemuan yang terpancar-pancar itu jatuh ke tangan dua sarjana, yang dalam ilmu modern memegang peran yang sangat penting. Mereka adalah Isaac Newton (1643-1727) dan Leibniz (1646-1716). Di tangan dua orang sarjana inilah, sejarah ilmu modern dimulai. Pada zaman modern ini ditemukan teori Gravitasi, perhitungan Calcus dan Optika oleh Newton.


[1] Sutrisno, Slamet. Drs., Tugas Filsafat dalam Perkembangan Budaya (modernisasi, westernisasi dan Tanggung jawab Etis), LIBERTY YOGYAKARTA, 1986, hal. 48.
[2] Tumbull, Neil., Filsafat (para ahli empirisme), ERLANGGA, Jakarta, 1999, hal, 108.
[3] Bakhtiar, Amsal. Filsafat Ilmu, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2004, hal.49.

Minggu, 07 Oktober 2012

MAKALAH PELAKU UTAMA PASAR MODAL


BAB I
PENDAHULUAN

A.     LATAR BELAKANG
Pasar modal adalah pasar yang menemukan antara dua belah pihak yang saling berkepentingan, yaitu pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana. Dari berbagai kepentingan kedua belah pihak inilah menimbulkan terjadinya berbagai pelaku pasar dengan kegiatan dan peran yang berbeda. Peran pelaku pasar modal  inilah akan kita bahasa secara mendalam.
Bertemunya pemilik modal (investor) dengan pihak yang membutuhkan modal (emiten) menimbulkan suatu mekanisme pasar dan berbagai kegiatan jual beli efek-efek didalamnya. Di pasar modal ada banyak pelaku pasar yang terlibat disana.  Mereka menjalankan peran berdasar fungsinya masing-masing. Mereka ini memiliki peran yang sangat sentral. Apalagi pasar modal merupakan pasar yang sifatnya formalistic dimana untuk bermain di pasar modal ada prosedur dan aturan main yang harus dipenuhi. Seorang investor meskipun memiliki banyak uang (demand) tidak serta merta bisa langsung memborong saham atau obligasi yang diinginkan tetapi harus melewati pialang. Demikian halnya perusahaan yang ingin menjual saham atau obligasi (suplly) harus melalui prosedur baku yang berlaku di pasar modal, seperti status perusahaan  go publik, mendaftar di Bapepam, ada penanggung emisi dan seterusnya, baru perusahaan bisa melakukan transaksi. 
Berbagai fungsi dan peran inilah yang akan kita bahas secara mendalam dan spesifik guna merangkai ikatan mekanisme sistem yang berlaku pada pelaku kegiatan pasar modal. Di mana pasar modal bersifat formalistik ada aturan maen didalamnya. Dengan bedasarkan undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 ada beberapa aturan maen bagi pelaku pasar modal. Yang di mana hrus adanya pendaftran terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan di pasar modal.
Arti penting dalam peran dan fungsi inilah yang akan memudahkan kita memahami peran masing-masing pelaku pasar modal. Dan memberikan suatu gambaran jalannya atau mekanisme dalam kegiatan pasar modal.
 
B.      RUMUSAN MASALAH
1.      Siapa sajakah pelaku utama dalam kegiatan pasar modal ?
2.      Jelaskan fungsi dan peran pialang dalam psar modal ?
  
BAB II
PEMBAHASAN

Seperti kita tahu bahwa pasar merupakan sebuah sistem. Di dalamnya ada tempat untuk melakukan transaksi, ada produk atau komoditas yang diperdagangkan dan ada unsur lain yang tak kalah penting yaitu para pelaku pasar. Mereka berinteraksi berdasar peran masing-masing. Investor melakukan transaksi untuk mencari peluang-peluang bisnis. Para emiten melakukan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan dana bagi usahanya. Semakin tinggi intensitas transaksi maka semakin besar mobilitas dana yang terjadi.
Di pasar modal ada banyak pelaku pasar yang terlibat disana.  Mereka menjalankan peran berdasar fungsinya masing-masing. Mereka ini memiliki peran yang sangat sentral. Hidup-mati, tumbuh dan berkembangnya pasar modal sangat ditentukan oleh meraka. Apalagi pasar modal merupakan pasar yang sifatnya formalistic dimana untuk bermain di pasar modal ada prosedur dan aturan main yang harus dipenuhi. Seorang investor meskipun memiliki banyak uang (demand) tidak serta merta bisa langsung memborong saham atau obligasi yang diinginkan tetapi harus melewati pialang. Demikian halnya perusahaan yang ingin menjual saham atau obligasi (suplly) harus melalui prosedur baku yang berlaku di pasar modal, seperti status perusahaan  go publik, mendaftar di Bapepam, ada penanggung emisi dan seterusnya, baru perusahaan bisa melakukan transaksi.  Gambar berikut merupakan alur proses perdagangan ekuritas di pasar perdana:         

 Description: D:\FILE KULIAH\SEMESTER 7\1. hukum pasar modal\makalah\PARA PELAKU  PASAR MODAL_files\gbr1.gif 

Sedangkan alur perdagangan sekuritas di pasar sekunder berbeda. Sebab disinilah  pasar sekuritas yang sebenarnya terjadi. Para pelaku pasar bisa menjualbelikan sekuritas yang dimiliki di lantai bursa (floor trader) tetapi tetap melalui pialang (brooker).[1]
            Pasar modal memang memiliki karakteristik yang unik. Selain formalis, ada pasar perdana (primary transaction) dan sekunder (scundary transaction) maka pasar modal melibatkan banyak pemain atau pelaku pasar.  Berdasar fungsinya para pelaku pasar modal dibedakan atas pemain inti atau utama dan lembaga penunjang. Dikatakan pelaku utama karena merekalah yang sebenarnya melakukan transaksi di pasar modal. Mereka itu antara lain.

A.    Emiten
Emiten merupakan perusahaan yang melakukan penawaran atau penjualan surat-surat berharga di pasar modal untuk mendapatkan dana.[2]  Dengan bermain di pasar modal emiten dapat memperoleh dana jangka panjang, baik berupa modal sendiri (equity) maupun modal pinjaman (long term debt). Perusahaan bisa menentukan pilihan apakah berbentuk modal sendiri atau hutang. Jika yang dipilih modal sendiri maka perusahaan akan menjual saham. Apabila yang dipilih hutang maka perusahaan akan menerbitkan obligasi.[3]
 Emiten dapat merupakan perusahaan institusi pemerintah atau reksa dana. Pasar modal bagi emiten memberi manfaat sebagai berikut.
1.      Mengurangi ketergantungan emiten pada bank.
2.      Mengurangi resiko keuangan .
3.      Jumlah dana yang terkumpul cukup besar.
4.      Perusahaan lebih bebas mengelolah dananya untuk meningkatkan produktifitas.[4]
Dalam melakukan emisi, para emiten memiliki berbagai tujuan dan hal ini biasanya sudah tertuang dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), antara lain :  
1.      Perluasan usaha, modal yang diperoleh dari para investor akan digunakan untuk meluaskan bidang usaha, perluasan pasar atau kapasitas produksi.
2.      Memperbaiki struktur modal, menyeimbangkan antara modal sendiri dengan modal asing.
3.      Mengadakan pengalihan pemegang saham. Pengalihan dari pemegang saham lama kepada pemegang saham baru.[5]
Dalam tinjauan hukumnya emiten mempunya kewenangan yang diatur dalam undang-undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang berkenaan dengan legalitas emiten dalam hal penawaran atau penjualan surat-surat berharga yang dituangkan dalam pasal 70 ayat (1) UU No. 8 Tahun 1995. Emiten dalam penawaran surat berharga harus mempunyai izin dari Bapepam untuk menawarkan atau menjual efek kepada masyarakat go public.[6] Adapun emiten dalam hal ini tidak berwenang melakukan beberapa kegiatan diantaranya, penawaran efek yang bersifat utang yang jatuh temponya tidak lebih dari satu tahun, penerbitan sertifikat depositi, penerbitan polis asuransi, penawaran efek yang diterbitkan dan dijamin pemerintah dan penawaran efek lain yang dierbitkan oleh Bapepam. Khusus untuk penawaran efek yang diterbitkan dan dijamin pemerintah indonesia juga tidak berlaku mengingat pemerintah sebagai pihak yang menerbitkan atau menjamin efek yang dimaksud memiliki  kemampuan untuk memenuhi segala kewajiban dalam penerbitan efek tersebut. Sedangkan pengecualian terhadap efek lain yang ditetapkan oleh Bapepam dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penerbitan efek yang oleh karena satu dan lain hal harus dikecualikan dari kewajiban emiten.[7]
B.    Investor
Investor adalah badan atau perorangan yang menginvestasikan dananya di pasar modal. Biasanya investor berasal dari dalam negeri atau luar negeri. Sebelum membeli surat berharga yang ditawarkan, investor biasanya melakukan penelitian dan analisis tertentu. Tujuan utama para investor dalam pasar modal antara lain :
1.      Memperoleh deviden. Ditujukan kepada keuntungan yang akan diperolehnya berupa bunga yang dibayar oleh emiten dalam bentuk deviden.
2.      Kepemilikan perusahaan. Semakin banyak saham yang dimiliki maka semakin besar pengusahaan (menguasai) perusahaan.
3.      Berdagang. Saham dijual kembali pada saat harga tinggi, pengharapannya adalah pada saham yang benar-benar dapat menaikkan keuntungannya dari jual beli sahamnya.[8]
Dalam suatu perusahaan yang go public, investor pertama adalah pemegang saham pendiri. Sedangkan pemegang saham yang kedua adalah pemegang saham melalui pembelian saham pada penawaran umum di pasar modal.
1.    Pemodal perorangan adalah orang atau individu yang atas namanya sendiri melakukan penanaman modal (investasi).
2.    Pemodal badan (lembaga) adalah investasi yang dilakukan atas nama lembaga, seperti perusahaan, koperasi, yayasan, dana pensiun, dan lain-lain. Segala keuntungan dan risiko atas efek yang dibeli atas nama lembaga merupakan hak dan beban lembaga tersebut.[9]

C.     Penjamin Emisi (Underwriter)
Penjamin emisi adalah lembaga yang menjamin terjualnya saham/obligasi sampai batas waktu tertentu dan dapat memperoleh dana yang diinginkan emiten.
Penjamin Emisi (Underwriter) berfungsi sebagai penjamin dalam penjualan efek yang diterbitkan oleh perusahaan go public.[10] Jaminan yang dikeluarkan oleh penjamin emisi mengandung risiko jika efek yang dijual tidak Iaku dan sebaliknya akan memperoleh imbalan jika Iaku terjual. Besarnya imbalan sesuai dengan kesepakan sebelumnya. Karena terdapat risiko yang mungkin diderita penjamin emisi, maka biasanya penjamin emisi tidak mutlak menjamin penjualan efek secara keseluruhan. Ada 4 macam bentuk penjaminan efek oleh penjamin emisi, yaitu Full Firm Commitment, Best Effort Commitment, Standby Commitment, dan All or None Commitment.[11]



D.    Perantara perdagangan efek (broker / pialang)
Pialang atau broker adalah perantara antara si penjual (emiten) dengan si pembeli (investor) yang melakukan jual beli efek yang listing di bursa efek. Pialang memperoleh balas jasa dari layanan yang ia berikan kepada investor.[12] Layanan tersebut berupa informasi yang dibutuhkan investor untuk mengambil keputusan dalam pengelolaan keuangan (financial management). Badan atau perorangan dapat menjadi perantara perdagangan efek. Badan yang dimaksud dapat berbentuk LKBB, bank, atau badan hukum berbentuk perseroan terbatas yang khusus bergerak di bidang perantara perdagangan efek. Badan atau perorangan yang ingin beroperasi sebagai perantara perdagangan efek harus memenuhi syarat bahwa badan atau perorangan tersebut berada di Indonesia, mempunyai keahlian di bidang perdagangan efek, mempunyai modal disetor minimal Rp25.000.000,00 dan harus memperoleh ijin Menteri Keuangan Republik Indonesia.[13]

E.     Manager Investasi
Pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.[14]

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.       Ada beberapa pelaku utama di pasar modal antara lain :
a.      Emiten
Emiten merupakan perusahaan yang melakukan penawaran atau penjualan surat-surat berharga di pasar modal untuk mendapatkan dana.
b.      Investor
Investor adalah badan atau perorangan yang menginvestasikan dananya di pasar modal. Biasanya investor berasal dari dalam negeri atau luar negeri. Sebelum membeli surat berharga yang ditawarkan, investor biasanya melakukan penelitian dan analisis tertentu.
c.       Penjamin emisi
Penjamin emisi adalah lembaga yang menjamin terjualnya saham/obligasi sampai batas waktu tertentu dan dapat memperoleh dana yang diinginkan emiten. Penjamin Emisi (Underwriter) berfungsi sebagai penjamin dalam penjualan efek yang diterbitkan oleh perusahaan go public.
d.      Pialang
Pialang atau broker adalah perantara antara si penjual (emiten) dengan si pembeli (investor) yang melakukan jual beli efek yang listing di bursa efek.
e.      Manager investasi
Pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah

2.      Fungsi dan peran pialang yang utama adalah mempertemukan antara emiten dengan investor, yang mana emiten dari pihak membutuhkan modal bertemu dengan invesor yang mempunyai modal dan pertemuan keduanya diperantarai oleh pialang.


[1]Fuady Munir, Pasar Modal Modern (Tinjauan Hukum), Citra Aditya Bakti, (Bandung, 2003), 73
[2]Ibid, 75
[3] Tunggal Imam Sjahputra , Aspek Hukum Pasar Modal Di Indonesia, (Jakarta : Harvarindo, 2000), 41
[4]Yulfasni HJ, Hukum Pasar Modal, (jakarta : Badan Penerbit Iblam, 2005), 55
[5] Balfas Hamud M, Hukum Pasar Modal Indonesia, jakarta : PT Tata Nusa, 2006), 70

[6] BAPEPAM, Panduan Investasi Pasar Modal Indonesia
[7] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal
[8] Sumantoro, Aspek-Aspek Hukum Dan Potensi Pasar Modal Di Indonesia,(Jakarta :  Ghalia Indonesia, 1988), 67
[9] Yulfasni HJ, Hukum Pasar Modal, 58
[10] Balfas Hamud M, Hukum Pasar Modal Indonesia, 73
[11] Ibid, 75
[12] Fuady Munir, Pasar Modal Modern (Tinjauan Hukum), 80
[13] BAPEPAM, Panduan Investasi Pasar Modal Indonesia