SEJARAH
PERUSAHAAN
•Kimia
Farma merupakan pioner dalam industri farmasi Indonesia. Cikal bakal perusahaan
dapat dirunut balik ke tahun 1917, ketika NV Chemicalien Handle Rathkamp &
Co., perusahaan farmasi pertama di Hindia Timur, didirikan. Sejalan dengan
kebijakan nasionalisasi eks perusahaan-perusahaan Belanda, pada tahun 1958
pemerintah melebur sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF Bhinneka Kimia
Farma. Selanjutnya pada tanggal 16 Agustus 1971 bentuk hukumnya diubah menjadi
Perseroan Terbatas, menjadi PT Kimia Farma (Persero). Sejak tanggal 4 Juli 2001
Kimia Farma tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta dan Bursa
Efek Surabaya.
•Berbekal
tradisi industri yang panjang selama lebih dari 187 tahun dan nama yang identik
dengan mutu, hari ini Kimia Farma telah berkembang menjadi sebuah perusahaan
pelayanan kesehatan utama di Indonesia yang kian memainkan peranan penting
dalam pengembangan dan pembangunan bangsa dan masyarakat
LATAR
BELAKANG
•Fraud atau kecurangan sering terjadi pada negara-negara berkembang. Indonesia sendiri, masih tergolong negara dengan tingkat korupsi yang tinggi di dunia.
•Kecurangan dikategorikan dalam tiga kelompok sebagai berikut
(1) Kecurangan laporan keuangan (financial statement fraud),
(2) Penyalahgunaan
asset (Asset misappropriation),
(3) Korupsi (Corruption).
•Bermacam – macam aktivitas kecurangan yang terjadi, biasanya pelaku utamanya yaitu karyawan dan hampir 67%
kecurangan seperti itu dilakukan pada tingkat manajemen. Kasus – kasus skandal akuntansi dalam tahun – tahun belakangan ini memberikan bukti lebih jauh tentang kegagalan
audit yang membawa akibat serius bagi masyarakat bisnis.
PERMASALAHAN
Kesalahan penyajian laporan keuangan yang
dilakukan oleh
auditor dikarenakan :
•Adanya penggelembungan nilai pada harga persediaan
•Dilakukannya peencatatan ganda atas penjualan
SOLUSI
PERMASALAHAN
1.Review dan Revisi Laporan Keuangan
2.Mencari Informasi yang Dibutuhkan
3.Pengolahan informasi
4.Penyajian kembali (restated) laporan keuangan
Fraud (kecurangan) yang dilakukan oleh PT. Kimia Farma terjadi pada laporan laba oleh auditor eksternal yang terlalu tinggi diakibatkan oleh nilai persediaan yang di gelembungkan dan nilai penjualan yang
di tulis ganda. Untuk mengatasi kecurangan ini
auditor mereview kembali laporan keuangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar