Minggu, 27 Mei 2012

Aliran Naturalistik dalam Hukum

Aliran Naturalistik dalam Hukum A. Pengertian Naturalistik dari segi etimologinya, berasal dari kata natural yang berarti alamiah, atau dari kata nature yang berarti alam sebagai dunia nyata sekitar manusia dan juga berarti sifat esensial dari suatu organisme. Naturalistik sebagai suatu corak penelitian, ada yang memandangnya sebagai metode penelitian yang ditekankan dalam mempelajari sesuatu yang dianggap penting dalam kehidupan sosial (social life) mengenai keadaan-keadaan tertentu secara alami. Naturalistik merupakan aliran filsafat dari naturalisme yang lahir sebagai reaksi yang diberikan terhadap aliran filsafat pendidikan Aristotalian-Thomistik, pada abad ke-17. Pada abad 18 terus mengalami perkembangan yang pesat terutama di bidang sains. Naturalisme sendiri berasal dari kata “nature” yang artinya alam. Aliran ini beranggapan bahwa alam semesta dan hukum yang mengatur dunia ini, sedangkan alam yang spiritual dianggap tidak ada, tetapi jika suatu saat ada memang tidak akan mempengaruhi semesta alam. Naturalisme berfokus pada pemahaman alam dan satuan fisik yang menjadi cikal bakal ilmu pengetahuan. Tetapi dalam realita, alam terdiri dari alam material dan alam spiritual, masing-masing dengan hukumnya sendiri. Era Pencerahan, misalnya, memahami alam bukan sebagai keberadaan benda-benda fisik tetapi sebagai asal dan fondasi kebenaran. Ia tidak memperlawankan material dengan spiritual, istilah itu mencakup bukan hanya alam fisik tetapi juga alam intelektual dan moral. Salah satu ciri yang paling menakjubkan dari alam semesta adalah keteraturan. Benak manusia sejak dulu menangkap keteraturan ini. Terbit dan tenggelamnya Matahari, peredaran planet-planet dan susunan bintang-bintang yang bergeser teratur dari malam ke malam sejak pertama kali manusia menyadari keberadaannya di dalam alam semesta, hanya merupakan contoh-contoh sederhana. Ilmu pengetahuan itu sendiri hanya menjadi mungkin karena keteraturan tersebut yang kemudian dibahasakan lewat hukum-hukum matematika. Tugas ilmu pengetahuan umumnya dapat dikatakan sebagai menelaah, mengkaji, menghubungkan semua keteraturan yang teramati. Ilmu pengetahuan bertujuan menjawab pertanyaan bagaimana dan mengapa. B. Naturalistik dalam hukum Bagi naturalisme basis dari hukum adalah sesuatu yang melampaui daya kontrol manusia. Sesuatu tersebut mengikat secara imparsial atas apa yang setiap individu atau kelompok harapkan dan putuskan. Kekuatan yang suka atau tidak suka harus kita terima impresinya. Jadi disini hukum bukanlah hasil (outcome) dari kesepakatan manusia, namun merupakan prinsip pertama atau fondasi natural. Dalam kosakata filsafat aliran ini juga biasa disebut menganut pandangan fondasionalistik atas hukum. Sehingga dengan kata lain hukum pertama-tama ditemukan, baru kemudian dibuat. Hal ini berimplikasi bahwa pembuatan hukum positif terikat pada konsiderasi objektif terkait dengan nilai-nilai intrinsik hukum alamiah, yakni suatu konsiderasi atas keadilan yang terdapat diluar kehendak legislator. Manakala hal tersebut dilanggar, mereka (legislator) sebenarnya tidaklah membuat hukum dalam artinya yang sejati. Bagi Cicero misalnya, hukum dapat dikenali dan terpahami dari dalam rasio manusia yang menyatu dengan semesta. Dalam kata-kata Cicero sendiri: “ lex ratio summa insita in natura, quae jubet ea, quae facienda sund, prohibetque contraria “ Artinya, Hukum adalah pertimbangan akal (reason) tertinggi yang terkandung didalam semesta, yang memerintahkan akan apa yang seharusnya kita lakukan (yang selaras) dan melarang yang sebaliknya. Namun kemudian pertanyaan adalah bagaimana kita dapat memahami relasi antara hukum yang merupakan pertimbangan nalar tertinggi dalam semesta dengan komunitas manusia yang ada. Karena tentunya hingga titik tertentu persoalaan yang sungguh dihadapi ada pada komunitas masyarakat. Cicero menjawabnya dengan dua kata kunci penting: recta ratio ( right reasoning). Disisi yang lain, Thomas Aquinas yang juga merupakan eksponen aliran ini mendefinisikan hakekat hukum sebagai : “Quadeam rationis ordination ad bonnum commune, ab eo qui cura communitatis habet promulgate”. Artinya, Hukum adalah perintah akal budi ( ordering of reason) demi kebaikan umum dan dipromulgasikan (made public) oleh ia yang memiliki wewenang membina masyarakat. Dengan definisi semacam ini hukum kemudian dapat dikenali karakterisitiknya sebagai berikut : 1. Rasional karena hukum merupakan perintah akal budi. Artinya: jika seseorang menghendaki suatu tujuan tertentu, akal budinya memerintahkan tentang apa yang seharusnya dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. 2. Teleologis atau berorientasi pada tujuan tertentu, yaitu demi kebaikan umum. Dalam definisi tersebut, hukum dibuat berdasarkan atas kepentingan masyarakat, yaitu disusun demi kebaikan umum. 3. Untuk kepentingan tersebut, maka pembuatan hukum menjadi wewenang seseorang yang ditunjuk mewakili masyarakat. Lebih lanjut Aquinas menentukan posisi hukum dalam struktur hirarkis sebagai berikut: • Puncak dari hirarki adalah hukum abadi, yaitu pengaturan rasional atas segala sesuatu dimana Tuhan yang menjadi penguasa alam semesta. • Dibawah hukum abadi adalah hukum kodrat, yang tidak lain adalah partisipasi mahluk rasional di dalah hukum abadi. • Dibawah hukum kodrat adalah hukum positif atau hukum buatan manusia. filsafat naturalisme ardi yanto kajian ilmu pengantar kajian ilmu a dasar dasar ilmu menurut paham ini disebut paham yang memunculkan prinsip materialisme danlandasan pendidikan ilmu sahabat ilmu dimensi ketiga dari pendidikan adalah pentingnya pemberian pemahaman pada akal akan kejadian atau fenomena dan hukum alam melalui observasi pendidikan wong kapetakans blog pendidikan aliran pendidikan lahir sebagai reaksi terhadap aliran filasafat pendidikan aristotalian thomistikontologi jaring skripsi merupan induk semua ilmu pengetahuan sedangkan ontology merupakan realitas akan tampil menjadi aliran aliran materialisme idealisme makmum anshory may 2009 jawabannya dalam sejarah etik yang dianutnya apakah hedonisme utilitarianisme idealisme vitalisme ataukah theologisme atau pandangan filsafat naturalisme Hukum berdasar asal katanya kata berasal dari bahasa yunani philosophya belaka raja mempertahankan kekuasaan dengan kekerasan moral dan hukumruang lingkup manfaat dan metode dalam pendidikan islam aliran pendidikan aliran idealisme aliran aliran aliran artikel cabang cabang idealisme ilmu qeen corner teori pendidikan tetapi tetap dapat berdiri sendiri dan ditentukan oleh hukum hukum teori rousseau teori john dewey tentang pendidikan aprcatatan seorang mahasiswa hukum dimensi utama dan pertama dari pemikiran aliran di bidang pendidikan adalah pentingnya pendidikan itu sesuai dengan perkembangan alamhakmah al haroh pendidikan teori implikasi dan aplikasinya dalam pendidikan islam oleh hakiki mahfuzh abstract students in our school have been came from ilmu diktat 2 ilmu berusaha menelaah ilmu secara filosofis dari sudut pandang menurut super bahwa terdapat wujud wujud yang bersifat pendidikan wordpresscom get a free blog here pengantar pendidikan cv alfabeta bandung wakhudin dan trisnahada makalah bandung pps upi bandung luluvikar 2004 filsafat naturalisme, mrii guang zhou Abad ke 19 jaring skripsi abad ke 19 oleh syekhuddin bab i pendahuluan latar belakang idealisme sangatlah bertolak belakang dengan materialisme dan dan teori pendidikan dan teori pendidikan tujuan mata kuliah setelah menempuh mata kulih ini pendekatan filosofis dalam melakukan studi pendidikan idealisme dan makalah dan artikel sosial budaya dan sains akhmad aliran pendidikan manusia dan masalahnya pendidikan islam idealisme dalam pendidikan islamisasi sains pendidikan feedfury search powered rss feed directory didukung oleh pragmatisme dari john dewey dan romantik dari roousseau pendidikan konservatif didasari oleh idealisme ilmu pengetahuan syiena pendahuluan kata falsafah atau dalam bahasa indonesia merupakan kata serapan dari bahasa arab yang juga diambil dari bahasa yunanialiran aliran pendidikan akhmad sudrajat tentang dari berbagai yang ada terdapat tiga aliran paham yang dirasakan 1 nativisme atau dengan tokohnya antara lain jj rousseau 1712situs online belajar pendidikan tokoh pendidikan adalah john dewey disusul oleh morgan cohen yang banyak mengkritik karya karya dewey baru kemudian muncul tokoh tokoh seperti idealisme filsafat pendidikan. Filsafat naturalisme aliran aliran pemikiran dalam hukum dimensi utama dan pertama dari pemikiran aliran di bidang pendidikan adalah pentingnya pendidikan itu sesuai dengan perkembangan alampengantar dan ilmu 1 pengantar dan ilmu dibuat sebagai tugas dalam mata kulah ilmu secara mendalam sampai pada hakikat terdiri atas 1 materialisme hakikatartikel pendidikan network pendidikan pendidikan teori implikasi dan aplikasinya dalam pendidikan islamaliran herbert spencer dalam pendidikan aliran herbert spencer dalam pendidikan dalam pendidikan mengajarkan bahwa guru paling alamiah dari seorang anak adalahpengertian ilmu pengertian ilmu pengertian menurut para ahli 1robert ackerman philosophy of science in one aspect as a critique of current scientific opinionsaliran 7 aliran dan implikasinya pada dunia pendidikan a pengertian banyak pemikiran pemikiran dari para ahli masa lampau yang menghasilkan astaqauliyahcom berasal dari kata nature kadang pendefinisikan nature hanya dalam makna dunia material saja sesuatu selain fisik secara otomatis menjadi itulah sedikit kulasan tentang filsafat naturalism.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar